Akhir Januari, Sat Res Narkoba Ciduk Tiga Pemakai Sabu di Kota Bone

KBRN, Bone : Sat Res Narkoba Polres Bone, berhasil mengamankan tiga orang pelaku atas kepemilikan obat terlarang narkoba jenis sabu. ketiga pelaku ini merupakan penyalahguna atau pemakai narkoba.

keseluruhan pelaku diamankan pada bulan januari lalu dengan rentan waktu berdekatan di daerah Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone.

Hal ini, disampaikan Kapolres Bone, AKBP Try Handako Wijaya Putra saat menggelar konferensi pers terkait pengungkapan kasus narkoba 2021, Kamis (4/2/21).

"Telah diamankan tiga orang pelaku kepemilikan Narkoba yaitu TB 39 tahun, MF 20 tahun dan AM 38 tahun," sebutnya.

Lanjut, kata dia, barang bukti yang diamankan berupa Sabu sebanyak delapan sachet ukuran sedang seberat 4,17 gram milik TB, satu sachet ukuran kecil seberat 0,04 gram milik MF dan sabu ukuran kecil seberat 0,02 gram milik AM.

AKBP Try Handako menyatakan, ketiga pelaku ini diancam hukuman minilal 4 tahun penjara dan maksimal 12 tahun penjara dengan denda paling rendah Rp. 800 Juta hingga 1 milyar rupiah.

"Pelaku disangkakan pasal 114 ayat 1 dan pasal 112 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman," terang, AKBP Try Handako.

Perwira Polisi berpangkat dua bunga ini mengajak masyarakat dan instansi terkait untuk berperan bersama dalam penanganan dan pemberantasan narkoba di wilayah bone.

Sementara Kasat Res Narkoba, Polres Bone AKP Zaki Sungkar mengungkapkan bahwa jalur peredaran narkoba saat ini cukup beragam dan banyaknya identitas palsu baik itu pengedar maupun pemakai.

"Pintu masuk narkoba di bone cukup banyak seperti dari Pare-Pare, Sulbar, Makassar dan masuk ke Sidrap selanjutnya ke Pinrang dan masuk bone melalui Wajo," bebernya.

Disisi lain, Paur Humas Polres Bone, Ipda Rayendra menyatakan, bahwa pengungkapan kasus narkoba di bone cukup banyak dibandingkan dengan pengungkapan di daerah lain.

hal ini, kata dia, sebagai bentuk upaya serius Kepolisian dan Pemerintah memberantas peredaran narkoba.

"Pengungkapan kasus narkoba di bone itu paling banyak di rilis, coba kita lihat di daerah lain pasti tidak sebanyak pengungkapan disini artinya kami serius soal penanganan narkoba," tutupnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00