Residivis Spesialis Cungkil Kaca Mobil Lintas Daerah Diamankan Reskrim Polres Maros

KBRN, Maros : A. Jamaluddin (38 tahun) warga Makassar, pelaku spesialis kasus pencurian dan pemberatan (Cungkil kaca mobil) mengalami nasib apes, ditengah melancarkan aksi pencurian diatas sebuah mobil merk honda jazz silver, terciduk anggota Unit Jatanras, Rabu (06/01/2021) sekitar pukul 03.30 WITA

Jamaluddin berupaya melarikan diri dari sergapan anggota Reskrim Polres Maros dengan mengendarai sepeda motornya dan melawan arus lalulintas. Namun upaya pelarian yang dilakukan pupus lantaran pelaku tersambar oleh kendaraan lain yang sedang melintas yang mengakibatkan pelaku mengalami cedera patah tulang kaki sebelah kanan.

Hal tersebut dibenarkan Wakapolres Maros, Kompol Muhammadong di sela jumpa pers di makopolres maros, Kamis (07/01/2021).

"Pelaku ini, telah melakukan aksinya sejak malam tahun baru hingga kemarin", ungkap Wakapolres Maros.

"Modus operandi yang dilakukan pelaku tersebar di beberapa titik di wilayah hukum Sulawesi Selatan mulai dari Kabupaten Pangkep, Kabupaten Maros, Kota Makassar hingga Kabupaten Gowa. Dan targetnya yakni mobil yang terparkir di pinggir jalan dengan sasaran tape mobil." tambahnya.

Kompol Muhammadong mengungkapkan pihaknya berhasil meringkus pelaku kasus pencurian dan pemberatan dengan modus pecah kaca mobil mewah.

Lanjut disampaikan Wakapolres Maros, Pelaku sudah lama menjadi buronan polisi pasalnya pelaku merupakan residivis yang sering kali melakukan aksi pencurian lintas kabupaten.

” Modus pelaku melakukan pencurian itu mobil yang parkir di pinggir adalah target utamanya, pelaku ini melancarkan aksinya lintas kabupaten seperti di wilayah Maros, makassar, gowa dan pangkep, di Maros korbannya ada 4 yang melapor dan salah satu korbannya merupakan perwira polisi berpangkat AKP”. ujarnya.

” Pelaku berhasil kami ringkus di jalan poros Maros – makassar tepatnya didepan Pesantran Darul istiqomah, pelaku yang saat itu baru saja melancarkan aksinya kemudian dibekuk oleh tim jatanras kami, saat akan diamankan, pelaku melawan dengan mengeluarkan senjata senapan angin miliknya sehingga petugas pun terpaksa memberi timah panas pada pelaku”. tambahnya.

Akibat perbuatannya pelaku dijerat pasal 363 ayat (1) junto 3 dan 5 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00