PNS UNM Makassar Tuntut Keadilan, 7 Tahun Tanpa Status Jelas

Amril.jpg
Simpeg yang diliat beberapa waktu lalu.jpg

KBRN, Makassar : Seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) Universitas Negeri Makassar (UNM) meminta keadilan setelah 7 tahun tanpa status jelas.

PNS UNM Makassar yang meminta keadilan ini bernama M Amril Basri, seorang staff di Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) UNM.

Sejak tahun 2015, M Amril Basri sudah tidak mendapatkan hak-halnya sebagai seorang PNS di UNM Makassar.

Kepada RRI, M Amril Basri mengatakan bahwa sejak 2015 hingga 2022 ini tidak mendapat kepastian status dan hak-haknya termasuk gaji tak pernah dibayarkan.

Pada tahun 2015, M Amril Basri selain hak-haknya, Ia juga mengaku dipecat secara sepihak oleh pihak UNM menggunakan surat yang diduga tidak resmi dari Kementerian Pendidikan.

Meski telah dipecat dari UNM, namun surat keputusan atau SK resmi dari kementerian sampai saat ini tidak diperolehnya.

Ia juga menduga surat pemecatannya adalah hal yang tidak resmi karena dalam surat yang diterimanya tidak ada logo dari universitas dan logo kementerian terkait.

Bahkan meskipun telah dipecat, saat ini nama M Amril Basri masih tercatat dalam sistem pegawai di UNM hingga saat ini. M Amril Basri pun masih bisa mengakses situs sistem pegawai di UNM.

“Seharusnya jika memang dipecat, sudah tidak bisa akses sistem pegawai di website UNM Makassar, tapi yang terjadi saat ini masih bisa diakses, artinya saya tidak dipecat karena status pegawai masih aktif,” kata M Amril Basri saat ditemui media di salah satu warung kopi, Minggu (07/08/2022).

"Jadi yang buat saya tidak terima karena selama saya jadi ASN 2015 sampai 2022 hari ini, tidak pernah diberikan hak saya. Padahal saya masih aktif ASN di pusat," lanjut Amril.

Amril menuturkan bahwa dirinya masih aktif di badan kepegawaian sebagai ASN. Hanya saja, setiap bulannya Amril mengaku tak pernah diberi gajinya. Bahkan, pihak kampus UNM telah mengeluarkan surat pemecatan sepihak yang diduga surat tersebut surat ilegal atau sengaja dibuat-buat.

"Jadi saya masih aktif sebagai ASN di negara. Status saya bisa di cek di badan kepegawaian. Nama dengan M Amril Basri NIP 197010081994031001 itu bisa dicek langsung masih aktif. Tapi yang jadi heran UNM keluarkan surat pemecatan sepihak. Ini tentu buat saya kecewa," keluh Amril

"Tentu ini aneh, masa kita masih aktif sebagai ASN sudah dilarang lagi berkantor karena katanya sudah dipecat. Dan anehnya surat pemecatan itu keliatan dibuat-buat sama pihak kampus jadi seolah-olah saya dipecat ASN padahal saya cek namaku di pusat masih aktif jadi selama 7 tahun ini gaji saya dikemanakan? Mungkin pihak mereka gelapkan hak saya," tambah Amril

Adapun saat ini, kata Amril dirinya hanya bisa menelan pil pahit lantaran tidak bisa lagi berkantor di kampus UNM karena telah dibuatkan surat pemecatan yang diduga tidak resmi (pemecatan sepihak). 

Amril kini harus bekerja serabutan untuk bisa menanggung kebutuhan keluargannya lantaran gaji sebagai ASN tidak pernah diberikan.

"Mau gimana lagi kita punya anak istri yang harus dihidupi. Mau gak mau, saya harus kerja apa saja yang penting bisa bertahan dulu," katanya

Amril pun berharap kedepan pihak kampus UNM segera memberikan haknya sebagai staf ASN selama 7 tahun yang telah berlalu. 

"Saya cuma mengharapkan pimpinan kampus UNM untuk membayarkan hak saya selama 7 tahun yang berlalu ini. Karena status saya sebagai ASN masih aktif. Saya tidak dipecat sebagai ASN, sementara gaji tetap dicairkan, hanya saja tidak masuk ke rekening saya," tuturnya

Perihal pemecatannya, Amril mengatakan Ia dipecat atas permintaan dari pihak Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) yang saat itu dipimpin oleh Arifuddin Usman.

Amril juga menyinggung nama Dekan FIK saat ini Prof Hasmiati, dimana pada saat itu juga diduga terlibat atas pemecatan dirinya.

“Tidak hanya soal pemecatan, pemberhentian pengiriman gaji ke rekening juga tidak lepas dari permintaan pihak fakultas. Saya dapat informasi ini dari bendahara UNM,” jelasnya.

Saat ini Amril hanya meminta kebijakan dan kepastian dari pimpinan UNM lebih khusus ke Rektor UNM Prof Husain Syam untuk memperjelas status hukum dari kementerian perihal pemecatannya.

Amril juga meminta ke Prof Husain Syam untuk membantunya mendapatkan dan menyelesaikan hak sebagai PNS yang tidak pernah menerima gaji selama 7 tahun.

Tidak hanya itu, Amril juga menyebut jika tidak ada titik terang, dirinya akan mengungkapkan kasus lain yang serupa dengan dirinya.

Sementara itu, pihak kampus UNM dalam hal ini Wakil Rektor 2 UNM Dr Karta Jayadi saat dikonfirmasi melalui Chat Whatsapp terkait pemecatan M Amril Basri menuturkan sejak yang bersangkutan tersandung masalah narkoba, maka pihak UNM melanjutkan proses hukum ke kemdiknas untuk status kepegawaiannya.

"Ybs terbukti terlibat Narkoba dan sdh proses hukum, berdasarkan kekuatan hukum tetap, UNM melanjutkan proses hukum ke kemdiknas utk status kepegawaiannya, dan saat itu juga dihentikan gajinya" ujar Wakil Rektor 2 UNM Dr Karta Jayadi saat dikonfirmasi melalui Chat Whatsapp Selasa (09/08/2022) pukul 16.57 WITA.

Disinggung terkait yang bersangkutan (Amril) pernah terkena kasus indisipliner dan sudah dijalaninya, dan jika memang sudah dipecat kenapa gajinya tetap jalan, tapi tidak masuk ke rekening yang bersangkutan, Dr Karta menyarankan agar melapor ke polisi.

"Utk pertanyaan no.2 kriminal itu jika gajinya jalan terus ke rek orang lain. Bisa dipidana. Saran saya : lapor polisi dgn membawa bukti2" urainya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar