IPM Mamuju Tengah Minta Kejati dan Polda Sulbar Usut PSR Sawit 2020 dan 2021 di Mateng

KBRN, Mamuju : Ikatan Pelajar Mahasiawa Kabupaten Mamuju Tengah ( IPM ) mendorong kejaksaan tinggi Sulawesi baratuntuk mengusut kasus dugaan korupsi program premajaam sawit rakyat atai replenting tahun 2020 dan 2021.  

"terkait belum jelasnya penanganan kasus dugaan penyimpangan pada program peremajaan sawit rakyat (PSR) atau replanting tahun 2020-2021, Ikatan Pelajar Mahasiswa Mamuju Tengah (IPM) juga ikut mendorong para pihak yang bertanggungjawab atas penanganan kasusnya, untuk segera melakukan upaya langkah langkah hukum terhadap mereka yang telibat dalam penyalagunaan replanting tahun 2020-2021," kata Ketua IPM Mateng, Rian Arifandi Menurut, Rian, bahwa pengungkapan dan penuntasan kasus dugaan korupsi pada program replanting, adalah menjadi sebuah momentum penting dalam upaya membersihkan kabupaten Mamuju Tengah dari praktek korupsi yang terstruktur, sistematis dan masif (TSM) oleh mereka yang memiliki mental korupsi dalam menjalankan sebuah program untuk petani.

"  IPM Mamuju Tengah, melalui kesempatan ini, meminta kepada pihak berwajib dalam penanganan kasus replanting ini, untuk serius bekerja melakukan pengungkapan kasus ini sampai tuntas, karena didalam praktek korupsi program replanting ini, melibatkan banyak pihak mulai dari petani, kelompok tani, penyedia bibit hingga mereka yang memiliki kewenangan dalam pelaksanaan regulasi atau kebijakan pada program itu,"tegasnya

Rian juga berharap kepada Kejati Sulbar, maupun Kapolda Sulbar, untuk bersinergi dalam menuntaskan kasus ini, dan memastikan semua pelaku dari atas sampai ke bawah untuk dipastikan bertanggungjawab dalam penyalagunaan anggaran replanting.

" bahkan para pihak ini, tidak hanya bertanggungjawab pada penyalagunaan anggaran replanting, namun juga bertanggungjawab secara hukum atas dugaan penyerobotan kawasan hutan lindung disejumlah wilayah Mamuju Tengah,"katanya

Tentu bagi IPM Mamuju Tengah, dituntaskannya, kasus replanting ini, maka menyelamatkan Bumi Lalla' Tassisara dari kejahatan berbentuk TSM yang dilakukan para pihak yang tidak bertanggungjawab.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar