KAKI Sulbar Desak Kejati Usut dugaan Pelanggaran Replenting Tahun 2020

KBRN,  Mamuju : Komite Anti Korupsi Indonesia ( KAKI ) Sulawesi Barat Mendorong Kejaksaan Tinggi Sulawesi Barat  untuk mengusut kasus dugaan korupsi Replenting atau peremajaan sawit di kabupaten Mamuju Tengah. 

" kami menduga Replenting di Mamuju tengah ditahun 2020 juga ada indikasi korupsi. Untuk itu Kajati Sulbar juga mengusut kasus tahun 2020, bukan hanya kasus tahun 2019," Tegas Darman Ardi S. Sos, selaku Ketua DPW KAKI Sulawesi Barat, Jumat, Mei 2022. 

Dia mengatakan replenting di Mamuju tengah,  selain ada dugaan korupsi, juga ada pembabatan hutan di bebebrapa kecamatan di Mateng. " replenting itu program premajaan sawit, tapi kami melihat dilapangan bukan peremajaan tapi penanaman baru pohon kelapa sawit," tambahnya 

" kita mau pelaksanaan replenting di Sulbar ini betul - betul berjalan dengan baik, sehingga maayarakat dapat menikmati tanpa ada potongan," tambah lagi.

Sebelumnya,  salah seorang Petani Sawit Gapoktan Sehati, Abdul Rifa, membeberkan, baru sekali  menerima bantuan,  itupun bulan Desember 2021 sebanyak Rp.2.000.000. Dana itu diperuntukan  biaya Pestisida dan penanaman kelapa sawit. 

" kita ketahui bantuan perhektarnya Rp.30.000.000. Dana itu diperuntukkan bagi petani yang melakukan peremajaan kelapa sawit (Reflanting)" kesal, Abdul Rifa, Kamis ( 19 Mei 2022 ) 

Abd. Rifa juga mengatakan tanaman tumpang sari berupa jagung juga belum diterima, padahal program tersebut satu paket dengan dana replenting sawit. 

"Sementara untuk tumpang sarinya berupa bibit jagung untuk pengganti tanaman selama tenggang waktu delapan bulan itu tidak ada" katanya. 

Rifa berharap Gapoktan Sehati segera menyelesaikan bantuan kepada petani, agar apa yang diharapkan oleh petani dapat terwujud dengan baik. apabila Gapoktan Sehati tidak dapat menyelesaikan persoalan petani ini, maka akan ditempu jalir hukum.

Sementara,  Susanto Nurdin Selaku Fasilitator program Reflenting saat dikomfirmasi melalui telp menjelaskan bahwa Tumpang Sari atau Bibit jagung dan Racun rumput sudah disalurkan ke kelompok Sehati,  itu tergantung pengurus kelompoknya itu sendiri. 

" Bantuan untuk petani perhektarnya Rp.30.000.000.tapi ada tahap-tahapanya,  saat ini sudah tahap penanaman tiga bulan kemudian ada pemupukan dan herbisida racun hama," katanya 

Sementara, dibulan Desember 2021 yang dibayarkan petani Rp.2.000.000 perhektar untuk biaya penanaman 

" Untuk diketahui Gapoktan Sehati mengelola delapan puluh hektar Sawit Reflenting dengan anggota Sebanyak lima puluh orang," Tutup Susanto.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar