Pengungkapan Kasus Narkoba Diawal 2022, Satu Tersangka Diantaranya Honorer Satpol PP Bone

KBRN, Bone : Kepolisian Resort (Polres) Bone berhasil mengamankan lima orang warga bone atas kasus tindak pidana penyalahguna narkoba. Kelima pelaku tersebut meliputi inisial RT, HS, HD, AT dan AB.

Kapolres Bone, AKBP Ardiansyah menyebutkan total barang bukti narkotika jenis sabu yang diamankan dari hasil pengembangan kasus ini seberat 35,75 Gram berat bruto, terdiri dari 25,50 gram milik tersangka AB, 9,87 gram milik RT dan 0,38 gram milik HS dan CS.

Sejumlah Barang Bukti (BB) Hasil Penangkapan Sat Res Narkoba Polres Bone Kurung Waktu Januari 2022 Yang Dirilis Pada Konferensi Pers Pengungkapan Kasus Penyalaguna Narkotika di Mapolres Bone, Rabu (19/01/22).

“ Ada lima tersangka ini merupakan satu jaringan dan kronologis saling berkaitan. Kelima ini diamankan ditiga TKP,” terang AKBP Ardiansyah dalam konferensi pers pengungkapan pelaku penyalahguna narkotika, Rabu (19/01/22).

Dia menambahkan, dari kelima tersangka ini, satu diantaranya merupakan pegawai honorer dari instansi Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bone inisial AT. Pelaku AT bersama HD dan AT merupakan pengguna narkotika, sedangkan pelaku AB dan RT pelaku pengedar.

“ Ini ada salah satu oknum honorer dari Satuan Pamong Praja yang ada di Kab. Bone. Ini disampaikan supaya masyarakat paham bahwa narkoba saat ini bisa mempengaruhi siapa saja,” tambahnya.

Perwira polisi berpangkat dua bunga melati ini menegaskan, ancaman hukum bagi para pelaku penyalahguna narkotika ini ancama kurungan maksimal 20 tahun penjara dengan denda antara 10 hingga 13 milyar rupiah.

Menanggapi kasus penangkapan tersangka AT. Kasatpol PP Bone Andi Akbar membenarkan jika pelaku bersangkutan sebelumnya merupakan pegawai honorer Satpol PP Bone.

“ Bersangkutan memang anggota Satpol PP yang tidak akan diperpanjang kontraknya karena belum melakukan pemeriksaan urine,” terangnya.

“ Ini kasus terjadi Januari 2022, maka yang bersangkutan bukan lagi anggota Satpol PP, karena belum ada perpanjangan kontrak,” tegasnya.

Andi Akbar mengungkapkan bahwa jajaranya sangat mendukung langkah Kepolisian dalam pengungkapan penyalahguna narkoba termasuk berhasil mengamankan salah satu mantan anggota Satpol PP.

“ Kalau bisa semua OPD bisa melakukan pemeriksaan urine kepada seluruh pegawai baik honorer maupun PNS. Kalau ada yang tidak mau ikut, berarti ada indikasi keterlibatan,” tandasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar