Penyelidikan Kasus Korupsi Pembebasan Lahan Persampahan Tamalanrea Jaya Berlanjut

KBRN, Makassar : Awal tahun 2022, Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar bergerak cepat, dimana dalam waktu dekat ini, akan melimpahkan berkas dugaan korupsi pembebasan lahan persampahan di Kelurahan Tamalanrea Jaya, Kota Makassar dari Bidang Intelijen ke Bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus).

"Upaya pengusutan kasus tersebut sejalan dengan program Jaksa Agung ST Burhanuddin" ujar Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Makassar Andi Sundari di sela kegiatan refleksi kinerja Kajari Makassar Tahun 2021, Selasa (04/01/2022) kemarin.

 "Kasus yang menjadi atensi dan instruksi Jaksa Agung ini, mendorong pihaknya jeli melihat pergerakan mafia yang ada," tambahnya.

Andi Sundari menuturkan pihaknya belum bisa membuka secara keseluruhan pengusutan kasus dugaan praktik mafia tanah dalam pembebasan lahan berasal yang anggarannya berasal dari dana APBD Kota Makassar tahun 2012, 2013 dan 2014 sebesar Rp.70 miliar.

"Karena masih bergulir di bidang intelijen, mendorong pihaknya belum bisa membuka secara keseluruhan kasus pembangunan industri persampahan Kota Makassar atau tempat pengolahan sampah berbasis energi (Waste to Energy) di Kelurahan Tamalanrea Jaya, Kecamatan Tamalanrea Makassar.

"Penyelidikan yang kami lakukan masih tertutup dan belum bisa dipublish. Semoga penyelidikan yang ditangani di bidang intelijen bisa segera menjadi penyelidikan di Pidsus," tegasnya

Sementara, Direktur Laksus, M.Anshar menilai upaya yang dilakukan Kejari Makassar, dinilai sangat lambat dalam menindaklanjuti laporan kasus yang telah lama bergulir ke tingkat pidsus.

"Pihak Kejari Makassar seharusnya tidak perlu ragu dalam penanganan kasus praktek mafia tanah. Artinya kalau kasus ini bisa ke tingkat pidana khusus  kenapa tidak dilakukan", tegas Muh.Anshar, Rabu (05/01/2022).

"Dan kami berharap Kejari Makassar bisa menindak siapapun yang terlibat di dalam kasus ini dan pelakunya harus diseret semua, agar permasalahan yang sama tidak terulang lagi" urainya tegas

Sebelumnya, Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar Ardiansah Akbar mengatakan saat ini pihaknya terus menggenjot pemeriksaan saksi dugaan korupsi pembebasan lahan persampahan di Kelurahan Tamalanrea Jaya, Kota Makassar.

Dimana, saat ini, kata dia, pihaknya telah melalukan pemeriksaan terhadap 20 orang saksi dalam kasus dugaan korupsi tersebut.

“20 orang saksi yang telah diperiksa itu, ada dari pihak pemerintah, pemilik tanah dan BPN,” jelasnya.

Dari hasil penyeledikan pihaknya menemukan beberapa fakta kasus dugaan mafia tanah. Hal ini pun meyakini pihak Kejari Makassar bahwa memang ada kegiatan pembebasan lahan di era kepemimpinan Wali Kota Makassar dahulu Ilham Arief Siradjuddin (IAS) diduga kuat bermasalah.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar