Lima Juta Rokok Dimusnahkan Bea Cukai Kanwil Sulawesi Bagian Selatan

KBRN, Makassar : Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) mengapresiasi capaian Bea Cukai  Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) atas penindakan barang ilegal atau tanpa label Bea Cukai. 

Sebanyak 5.003.900 juta batang rokok, 151 bale ballpres dan 48.75 liter MMEA. Dengan demikian, total nilai barang Rp 5.287.828.000 dengan total kerugian negara sebesar Rp 2.284.919.000, dimusnahkan

Kepala Bea Cukai Sulawesi Bagian Selatan, Nugroho Wahyu Widodo, mengaku, langkah pihaknya bersama Forkopimda ini diyakini dapat menumbuhkan ekonomi, khusus di Sulsel.

"Kalau yang ilegal kita berantas semua, maka ada yang legal bisa terjual dan ekonomi akan tumbuh di situ. Selain melindungi keuangan kita, juga akan ada pemasukan keuangan negara," kata Nugroho dalam sambutannya, disela kegiatan pemusnahan barang ilegal di kawasan Gedung Keuangan Negara (GKN) Makassar sebagai rangkaian dari peringatan "Excise Day Cukai untuk Kita" di Makassar, Selasa (30/11/2021). 

Ia menuturkan jajarannya bersama stakeholder terkait yakni Pemprov Sulsel, Kejaksaan, BPOM dan mitra lainnya memusnahkan rokok ilegal yang sebagian besar tidak memiliki izin edar, juga memusnahkan minuman yang mengandung etil alkohol/ minuman keras yang ilegal dan pakaian bekas (bale press).

Lanjut Nugroho, pemusnahan itu sejalan dengan ketentuan Peraturan Menteri Keuangan Indonesia Nomor 83/PMK.6/2016 tentang tata Cara Pelaksanaan Pemusnahan dan Penghapusan Barang Milik Negara.

"Penindakan rokok ilegal, minuman keras ilegal serta pakaian bekas itu dalam rangka menjalankan dua tugas Bea dan Cukai yaitu Community Protector (pelindung masyarakat) dan Revenue Collector (pengumpul bea cukai)," jelas Nugroho.

Lebih jauh dijelaskan, bea cukai bertugas melakukan pengendalian peredaran rokok dan minuman mengandung etil alkohol/minuman keras, karena pemakaiannya dapat menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat.

Sedang pakaian impor bekas dilarang, karena menimbulkan risiko kesehatan bagi masyarakat dan merusak industri pakaian dalam negeri.

Adapun total kerugian negara dari tiga jenis barang ilegal tersebut yang diamankan dari wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat tercatat sebesar Rp2.284.919.000 yang terdiri dari cukai, pajak rokok dan PPn HT.

Selain untuk menumbuhkan ekonomi daerah, pemberantasan barang ilegal ini merupakan bentuk pengabdian terhadap negara. 

"Kita terus melakukan pemberantasan barang ilegal ini. Karena gaji kita juga berasal dari situ," tutur Nugroho. 

Sementara itu, Sekprov Sulsel, Abdul Hayat Gani, memberikan apresiasi kepada pihak Bea Cukai yang sudah melakukan penindakan terhadap barang ilegal. 

"Pemprov memberikan apresiasi kepada kita semua. Ketika kita melakukan operasional, dan bagaimana kita melakukan penegakan hukum terhadap yang ilegal," katanya. 

Tentunya, kegiatan penindakan seperti ini diyakini dapat membantu pertumbuhan ekonomi Sulsel. Pasalnya, banyak barang legal yang akan terjual pasca penindakan barang ilegal. 

"Kita bergembira juga hari ini menunjukkan kenaikan ekonomi baik secara nasional maupun di Sulawesi Selatan. Ini karena kita melakukan koordinasi dan kerjasama untuk mewujudkan Indonesia tumbuh, Indonesia tangguh," tutupnya. 

Dalam kesempatan tersebut, hadir perwakilan Forkopimda Sulsel dalam pemusnahan barang penindakan dari Bea Cukai dengan cara di bakar dan dipotong menggunakan mesin pemotong kayu. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar