Kisah Legenda Maradona Batal ke Makassar Karena Pilkada

Poster Diego Armando Maradona

KBRN, Makassar : Diego Armando Maradona meninggal dunia dan membuat publik sepakbola terkejut. Maradona meninggal dunia akibat henti jantung di rumahnya, Rabu (25/11/2020) malam WIB. Mantan pemain Barcelona dan Napoli ini meninggal di usia 60 tahun.

Di Indonesia, Maradona memiliki cerita tersendiri saat berkunjung pada tahun 2013 silam. Lawatan pemain legendaris itu bertujuan menularkan ilmu sepakbolanya kepada pemain muda di Tanah Air. Maradona membagi ilmunya di Kota Jakarta dan Surabaya.

Namun tidak tidak hanya itu, selain ingin mengunjungi Jakarta dan Surabaya Maradona sebelumnya telah telag merencanakan juga untuk mengunjungi beberapa kota lain seperti Makassar dan Medan. Tapi agenda di dua tempat itu tidak terlaksana karena pada saat itu masih momen Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) Isran Noor yang saat itu mendampingi Maradona di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan Jakarta saat itu menyatakan, pembatalan dilakukan karena ada kesan kunjungan Maradona ditunggangi kegiatan berbau kampanye pilkada.

“Makassar dibatalkan karena ada calon wali kota yang berfoto dengan Maradona,” ujarnya.

Diketahui, saat itu APKASI menjadi promotor kunjungan Maradona ke Indonesia. Awalnya Maradona diagendakan ke empat kota. Namun acara di Medan dan Makassar batal dilaksanakan.

Menurut Isran yang saat itu masih menjabat bupati Kutai Timur, Maradona seorang pemain profesional sehingga tidak mau disusupi oleh kepentingan politik.

Apalagi, kedatangannya ke Indonesia membawa misi sosial, yakni mengajarkan ilmu sekaligus dan memotivasi pemain muda agar mengejar cita-cita mereka menjadi pemain sepak bola hebat. 

“Dia datang ke Indonesia untuk sepak bola. Bukan untuk politik,” jelasnya dikutip dari Sindo, Jumat (27/11/2020).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00