Mengenal Pahlawan asal Sulawesi Selatan (Bagian-1)

KBRN, Makassar : Hari Pahlawan yang jatuh pada tanggal 10 November setiap tahunnya diperingati oleh seluruh rakyat Indonesia. Hari nasional tersebut mengandung makna yang amat dalam dimana masyarakat Indonesia kembali mengenang jasa-jasa para pahlawan.

Hari Pahlawan ditetapkan melalui Keppres Nomor 316 Tahun 1959 pada 16 Desember 1959.

Setiap tahun, Presiden RI juga akan memberikan gelar Pahlawan Nasional sebagai tanda jasa dan juga kehormatan bagi para tokoh-tokoh bangsa yang dianggap berjasa bagi bangsa dan negara.

Sulawesi Selatan juga pernah mengalami masa penjajahan Belanda. Berkat perjuangan para pahlawan, akhirnya masyarakat Sulawesi Selatan bisa terbebas dari penjajahan tersebut.

Berikut daftar pahlawan nasional asal Sulsel:

Sultan Hasanuddin

Pahlawan yang satu ini terkenal dengan sebutan Ayam Jantan Dari Timur. Sultan Hasanuddin lahir di Gowa, Sulawesi Selatan, 12 Januari 1631. Pahlawan nasional Indonesia yang terlahir dengan nama I Mallombasi Muhammad Bakir Daeng Mattawang Karaeng Bonto Mangape wafat di Gowa, Sulawesi Selatan, 12 Juni 1670 pada umur 39 tahun. 

Karena Sultan Hasanuddin adalah Raja Gowa ke-16, Ia dimakamkan di kompleks pemakaman raja-raja Gowa di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Untuk Menghormati jasa-jasanya, Pemerintah Indonesia kemudian menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Sultan Hasanuddin dengan SK Presiden Ri No 087/TK/1973.

Nama Sultan Hasanuddin juga diabadikan sebagai nama Bandar Udara di Makassar yakni Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin, selain itu namanya juga dipakai sebagai nama Universitas Negeri di Makassar yakni Universitas Hasanuddin dan menjadi nama jalan di berbagai daerah.

Andi Sultan Daeng Radja

Andi Sultan Daeng Radja, dilahirkan di Saoraja, Gantarang, Bulukumba, pada 20 Mei 1894. Ia adalah putra pertama pasangan Passari Petta Landra (Karaeng Gantarang Bukukumba) dan Andi Ninong.

Ia merupakan pendiri Masjid Tua di Ponre yang pada jamannya terbesar di Sulawesi Selatan. Andi Sultan Daeng Radja tutup usia pada umur 68 tahun. Ia wafat pada tanggal 17 Mei 1963. Jenazahnya dikebumikan di Taman Makam Pahlawan Bulukumba.

Atas jasa-jasanya kepada negara, Haji Andi Sultan Daeng Radja dianugerahi gelar Pahlawan Nasional dan Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera Adipradana berdasarkan SK Presiden RI No. 085/TK/Tahun 2006, tanggal 3 November 2006.

Pajonga Daeng NgallePajonga Daeng Ngalle lahir di Takalar, Sulawesi Selatan, 1901 adalah seorang pahlawan nasional dan juga seorang Karaeng (kepala pemerintahan distrik) Polongbangkeng pada tahun 1934. Ayahnya bernama Hajina Daeng Massaung Karaeng Ilangari Mangkura dan ibunya bernama Hapipah Daeng Ngintang.

Karaeng Polombangkeng Pajonga Daeng Ngalle wafat di Takalar, Sulawesi Selatan, pada hari Selasa tanggal 2 Februari 1958 dan dikebumikan tanggal 3 Februari 1958.

Atas jasa-jasa beliau, pemerintah RI menganugerahi Gelar Pahlawan Nasional dengan Keputusan Presiden RI Nomor : 085/TK/Tahun 2006 tanggal 3 November 2006.

Selanjutnya : Pengantar

Halaman 1 dari 4

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00