FOKUS: #VAKSIN COVID-19

Vaksin Covid-19 Disinyalir Jadi Lahan Bisnis jika Biayanya Dibebankan ke Masyarakat

Ilustrasi Vaksin Covid-19

KBRN, Makassar : Rencana pemerintah untuk pengadaan vaksin covid-19 hingga kini belum menentukan besarnya biaya yang harus ditanggung masyarakat. Rencananya Presiden Jokowidodo akan melakukan pemberian vaksin civid-19 kepada 102 juta orang dengan skala prioritas dan umum, dengan ketentuan ada yang berbayar dan ada pula yang gratis.

Menteri BUMN Erick Thohir dalam keterangan persnya di Jakarta mengungkapkan, harga vaksin covid-19 kemungkinan berada direntang harga Rp73.500 hingga Rp294 ribu per dosis, berdasarkan biaya penemuan vaksin, kapasitas produksi, dan lainnya. Menanggapi kemungkinan tersebut Diah, salah satu warga Kota Makassar menyebut jika diwajibkan vaksin sebaiknya dengan harga terjangkau masyarakat ekonomi bawah.

"Ya kalau bisa sih lebih murah ya, karena kalau saya misalnya kan harus vaksin juga ada suami ada anak dua orang. Siapa sih yang tidak mau sehat begitu kan," tutur Diah saat ditemui disalah satu pusat perbelanjaan dikota Makassar Rabu (28/10/2020).

Dilain pihak pengamat hukum pemerintah Prof. Lauddin Marsuni menyebut, jika pemberian vaksin diwajibkan kepada masyarakat dengan berbayar, secara otomatis hal tersebut sudah mengarah ke lahan bisnis.

"Kalau pemerintah mewajibkan vaksin dan gratis itu wajar , sama seperti vaksin lainnya seperti polio , cacar itu kan sudah jadi program pemerintah. Tapi kalau wajib dan berbayar apalagi jika betul dikenai denda, maka itu lahannya sudah bisnis," ungkap Prof. Lauddin.

Saat ini pemerintah tengah menyiapkan dua skema untuk program imunisasi massal vaksin COVID-19. Program pertama, nantinya masyarakat Indonesia akan disuntik vaksin Covid-19 secara gratis, vaksin bantuan pemerintah melalui budget APBN dan menggunakan data BPJS Kesehatan, yang diharapkan bisa dilakukan di awal tahun depan.

Program kedua, nantinya masyarakat dalam kategori mampu akan dikenakan biaya jika ingin disuntik vaksin Covid-19. Langkah itu dilakukan demi menekan beban APBN di masa pandemi COVID-19 ini. Indonesia sendiri melalui PT Bio Farma (Persero) tengah mengembangkan vaksin Covid-19 buatan Sinovac asal China, yang tengah di uji klinis tahap tiga di Indonesia, Bangladesh, Arab Saudi, dan Turki.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00