WHO Apresiasi Inovasi Wisata Covid-19 di Sulsel

Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah. (Dok Humas Sulsel)

Makassar, KBRN - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberi apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan karena berhasil menekan angka sebaran virus corona lewat program Inovasi wisata Covid-19. Pandemi Covid-19 telah memberikan tekanan yang luar biasa terhadap seluruh sendi kehidupan masyarakat, termasuk penyelenggaraan pemerintahan.

"Pemerintah Provinsi Sulsel telah berhasil mendorong beberapa inovasi yang mendapatkan apresiasi tidak saja secara nasional, akan tetapi setingkat Badan Kesehatan Dunia WHO, yaitu program inovasi Wisata Covid-19," kata Nurdin Abdullah, Rabu (21/10/2020).

Nurdin menyebut Sulsel secara perlahan namun pasti dan berkat sinergitas serta semangat kebersamaan yang telah mengkultur dan diwariskan para leluhur kita, masalah tersebut dikelola dengan baik hingga menjadi peluang.

Selain itu, inovasi sektor pasar tradisional, sektor hotel dan tempat wisata juga telah mengharumkan nama Sulsel di tengah penyiapan tatanan normal baru yang diselenggarakan pemerintah pusat melalui kementrian dalam negeri. Peran seluruh komponen dalam percepatan penanganan pandemi Covid-19 turut memberikan dampak signifikan.

"Tenaga kesehatan, stakeholder, relawan, organisasi profesi, organisasi kemasyarakatan, organisasi keagamaan, PKK, Dekranasda dan seluruh elemen masyarakat, serta tidak kalah penting adalah kesiapan TNI dan Polri yang menjadi salah satu garda terdepan menjadikan kita semua kuat untuk bersama-sama melewati krisis ini," tambahnya.  

Terkait pemulihan ekonomi, Sulsel yang menjadi salah satu provinsi di kawasan Timur Indonesia, selama ini memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. 

“Tidak bisa dipungkiri bahwa pandemi Covid-19 memberikan tekanan yang luar biasa terhadap seluruh sektor perekonomian daerah, sehingga Sulsel juga mengalami kontraksi,” jelasnya.

Mantan Bupati Kabupaten Bantaeng ini menyebut berdasarkan rilis BPS sampai dengan kwartal II Tahun 2020, dari sisi sektor pertanian masih tetap tumbuh diatas 2,4 persen dengan kontribusi sebesar 24,81 persen. Demikian halnya ekspor tetap tumbuh positif hingga mencapai 11,17 persen, bahkan konsumsi listrik juga tumbuh diatas 4 persen ditengah seluruh provinsi mengalami kontraksi pertumbuhan. 

"Selama masa pandemi, sehingga sektor pertanian tetap bisa bergerak. Kita pahami bersama, pada kondisi seperti ini, ketersediaan pangan menjadi salah satu faktor kunci menjaga keberlangsungan aktifitas masyarakat," katanya.

Semantara itu tim satuan tugas Sulsel Sulsel Ni’mal Lahamang menyebutkan setelah Sulsel keluar dari zona merah, jumlah hotel yang digunakan untuk wisata covid-19 sudah tidak sebanyak dulu, dan sudah berkurang sampai 50 persen.

“Hotel yang digunakan untuk wisata covid-19 sampai saat ini sudah berkurang. Dari enam hotel yang disiapkan oleh pemprov saat ini sisa tiga yang menerima program wisata covid,” jelasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00