Kematian Lansia di Panti Jompo, Diungkap Polda Sulsel.

KBRN, Makassar: Misteri meninggalnya Sangkala (75) di Panti Jompo Werdha Gau Ma’ Baji di Dusun Batu Alang, Desa Romangloe, Kecamatan, Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, akhirnya terungkap, pelakunya  tidak lain adalah temannya sesama lansia (Lanjut usia) di Panti tersebut.

Hal tersebut diungkapkan Wakapolda Sulsel Brigjen Pol Dr. Adnas saat merealise penganiayaan mengakibatkan meninggalnya penghuni panti Jompo, di Kabupoaten Gowa, Wakapolda Brigjen Pol Adnas menggelar realise, didampingi Kabid Humas Kombes Pol Ibrahim Tompo,  Kabid Dokkes Kombes Pol dr. Yusuf dan Dirreskrimum Kombes Pol Andi Indra Jaya di Lobby Mapolda, Jumat (24/01/2020).

Wakapolda mengungkapkan, bahwa korban (Sangkala) ditemukan meninggal dunia pada hari Rabu (22/01/2020) oleh temannya di Panti berinisial IA (63), ia kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada petugas Panti yang jaraknya 200 meter dari lokasi.

"Kasus dapat diketahui berawal dari laporan IA (63) kepada perugas Panti dan menyampaikan informasi bahwa korban meninggal dunia karena terjatuh," kata Brigjen Pol Adnas.

Sementara Kabid Humas Polda Suslel Kombes Pol Ibrahim Tompo lebih jauh menjelaskan, bahwa pasca meninggalnya korban (Sanghkala), kemudian beberapa petugas Panti menuju lokasi kejadian lalu mengangkat mayat korban kemudian membersihkan punggung dan kepala korban, karena didapati luka terbuka di bawah hidung, belakang telinga kiri, memar pada mata sebelah kiri dan memar pada leher,  membuat kecurigaan pegawai panti sehingga menghubungi pihak kepolisian.

Peugas Polsek Bontomarannu langsung mengamankan Tempat Kejadian perkara (TKP) setelah menerima laporan, mengamankan Status quo selanjutnya Tim Inafis pada Kamis (23/01) pukul 14.00 Wita menuju TKP dengan melibatkan Tim Inafis, Forensik dan K9 Polda Sulsel untuk olah TKP.

Usai rangkaian olah TKP, penyidik mengamankan IA untuk dimintai keterangan dan dari hasil interogasi, IA mengakui sebagai pelakunya penganiayaan korban Sangkala, dengan motif penganiayaan dilakukan karena pelaku sakit hati, kesal dan emosi.

“Pelaku sakit hati dan kesal serta emosi karena korban tidak mengindahkan himbauan untuk tidak buang air kecil di lantai kamar kemudian pelaku mengambil potongan batu bata merah di dekat pintu kamar bagian belakang dan memukulkan ke bagian kepala korban secara berulang-ulang sehingga mengeluarkan darah," terang  Kombes Ibrahim Tompo.

Menurut Kombes Pol Ibrahim Tompo, Atas perbuatan IA, Polisi menetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan  Pasal 338 KUHP tentangg Pembunuhan Sub 351 (3) KUHP tentang Penganiayaan dengan ancaman hukuman hingga 15 tahun penjara.(Sarif)

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00