Pemerintah Perluas PPKM Mikro ke 5 Provinsi

Sejumlah warga mengunjungi Pasar Tengah di Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (28/4/2021). Pasar Tengah yang merupakan pasar tradisional tertua di Kota Pontianak tersebut mulai ramai dikunjungi masyarakat yang ingin berbelanja membeli kebutuhan Lebaran di tengah berlangsungnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro di wilayah tersebut. ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang/wsj.

KBRN, Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro yang dilaksanakan di 25 provinsi telah berhasil menekan laju penularan dan kasus aktif COVID-19.

Karenanya, pemerintah kembali memeprpanjang PPKM skala mikro selama 14 hari, sejak 4-17 Mei 2021. Selain diperpanjang, PPKM skala Mikro juga kembali diperluas ke 5 provinsi, sehingga total menjadi 30 provinsi. 

"Ditambahkan 5 provinsi yaitu Kep Riau, Bengkulu, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Papua Barat, Sehingga ini totalnya menjadi 30 provinsi," jelas Menko Airlangga dalam keterangan pers di Kantor Presiden pada Senin (3/5/2021). 

Airlangga pun memaparkan jumlah kasus harian Covid-19 di tanah air mulai membaik. Bila dibandingkan dengan jumlah kasus harian pada Januari 2021 yang mencapai 10.000 kasus, maka pada April tercatat hanya 5.222 kasus harian.

"Kemudian kalau kita bicarakan kasus aktif, rata-rata sekitar 107.000 kasus. Sedangkan di Januari mencapai 139.963 kasus,” ujar Airlangga menambahkan.

Hal yang sama juga terjadi pada angka positivity rate yang juga mengalami penurunan. Berdasarkan angka positivity rate pada Mei 2021 yang mencapai 10,81%, menunjukkan adanya penurunan bila dibandingkan dengan angka positivity rate pada Januari 2021 yang mencapai 26%.

"Terkait kasus aktif juga mengalami perbaikan. Kasus aktif tertinggi di Februari adalah 16%. Dan sekarang sekitar 6%. Jadi jauh lebih baik. Kemudian tingkat bed occupancy rate (BOR) nasional sudah 35%. Tidak ada BOR yang di atas 70%,"  kata Airlangga lebih lanjut. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00