Izin Penggunaan Darurat Vaksin Sinopharm Telah Diterbitkan BPOM

Petugas menyuntikkan vaksin kepada lansia saat berlangsung vaksinasi COVID-19 bagi pekerja Industri Keuangan Non Bank (IKNB) di Jakarta, Selasa (27/4/2021). OJK bersinergi dengan Kemenkes, Dinkes DKI Jakarta dan Asosiasi IKNB menggelar vaksinasi COVID-19 dengan menargetkan sebanyak 1200 orang pekerja dan lansia di lingkungan IKNB. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/aww.

KBRN, Jakarta: Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) secara resmi memberikan izin penggunaan darurat atau (Emergency Used of Authorization) pada vaksin Sinopharm produksi Tiongkok. Vaksin tersebut akan digunakan dalam program vaksinasi Gotong Royong.

Pernyataan ini disampaikan Kepala Badan POM Penny Lukito dalam konferensi pers virtual, pada Jumat (30/04/21). UEA diterbitkan pada 21 April 2021.

"Berdasarkan evaluasi secara keseluruhan data mutu, produksi dari studi disimpulkan pemberian vaksin SARS CoV-2, inactivated Sinopharm dua dosis selang penyuntikan 21 hari hingga 28 hari di toleransi dengan baik, respons untuk meningkatkan imun dengan baik," ujar Penny yang didampingi pula oleh PT Kimia Farma.

Berdasarkan uji klinis fase tiga di Uni Emirat Arab yang melibatkan 42 ribu relawan, efikasi vaksin Sinopharm mencapai 78%. Imogenositas 14 hari setelah suntikan kedua yang terbentuk antibodi persentase relawan antibodi netralisasi 99,92% untuk dewasa dan lansia 100%.

Penny menyebut, vaksin Sinopharm akan tiba di tanah air hari ini. BPOM akan melakukan pengecekan kelulusan produk selama 2-3 hari setelahnya bisa digunakan dan didistribusikan.

"Kimia Farma bertanggung jawab pendistribusian. BPOM juga akan melakukan pengawal baik dalam pengiriman, penyimpanan agar sesuai dengan mutu vaksin," ujarnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00