Diimingi Nikah, Pengusaha Wanita Asal Makassar Ditipu Sindikat Mafia Internasional asal Negara Iran

KBRN, Makassar : Pengusaha wanita asal Kota Makassar berinisial VH menjadi korban penipuan oknum Warga Negara Asing (WNA) asal Negara Iran yang diketahui bernama Mohammad Almasi alias Siavash.

Siavash diduga tergabung dalam kelompok sindikat mafia internasional asal Negara Iran, dimana hadir di Kota Daeng untuk mengelabui dan menguras harta benda wanita kaya dengan modus pernikahan.

Modus penipuan yang dilakukan oknum WNA Iran tersebut yakni menjanjikan akan dinikahi dan diboyong ke negara asalnya untuk bertemu dengan keluarganya.

Dalam aksinya, Siavash dibantu translaternya Baback Kazeri, Jalal serta salah seorang wanita asal Negara Iran bernama Sharareh.

VH menuturkan kronologis dirinya mengenal Siavash melalui perantara imigran Jalal dan Baback Kazeri dengan memperkenalkan Siavash bersama kekasihnya Sharareh Kojasteh.

Jalal dan Baback membawa Siavash ke gereja bertemu dengan pendeta meminta untuk dibaptis karena akan menikah dengan pacarnya yang beragama Nasrani yakni Sharareh Kojasteh.

Pacar Siavash juga pernah menelepon dirinya dan meminta bantuan agar proses baptis terhadap Siavash secepatnya dilaksanakan karena sudah akan menikah.

Namun, lanjut VH, Siavash dan Sharareh malah memberi kabar telah putus sebulan kemudian atau sebelum proses pembabtisan digelar.

"Sharareh menelepon saya melalui video call, dimana dalam percakapan  meminta dibantu proses pembabtisannya. Dan sebulan kemudian Sharareh mengaku sudah putus dan Siavash kemudian mulai mendekati saya hingga akhirnya kita berdua menjalin kasih," jelasnya di sela konferesni pers dengan awak media, Rabu (05/08/2020)

Akhir tahun 2018, kata VH, pelaku penipuan (Siavash) menyambangi orang tuanya meminta doa restu untuk menikahi dirinya hingga akhirnya keduanya pun sepakat untuk menikah.

Lantaran Siavash tidak bisa berbahasa Inggris, akhirnya meminta bantuan Baback Kazeri menjadi penerjemahnya karena sudah menjadi imigran di Indonesia selama lebih dari enam tahun lamanya.

Semenjak Baback Kazeri dipercaya menjadi penerjemah, bermacam permintaan semakin banyak hingga VH bersedia membantu membiayai anak sang penerjemah yang berusia enam tahun yang butuh biaya operasi di Jakarta hingga puluhan juta rupiah.

Keanehan mulai dirasakan VH dimana Siavash mulai temperamental dan kasar. Dan hanya mau mendengar perkataan dari Baback Kazeri.

"Saya baru menyadari setelah beberapa bulan menjalani hubungan dengan Siavash dimana segala yang dijalani ini hanya sandiwara dan play game dari Baback dan Sharareh itu," katanya.

Ditengah jalinan kasih asmara yang tengah bersemi, lanjut VH, muncul problem baru, dimana Siavash mengaku kerap diteror mantan istri dan anaknya, dan  akan mendatanginya ke sini (Indonesia), apabila tidak balik ke negaranya.

Tepat tanggal 1 Januari 2019, Siavash kembali ke negaranya. Dan Rencana pernikahan yang telah lama disusun pada tanggal 12 Januari 2019, seakan tidak digubris malah uang terus yang diminta kepada saya.

"Siavash sebelum balik ke Iran, selalu mendesak saya, agar rencana pernikahan dipercepat. Dan setelah berada di Iran, saya terus membujuknya agar kembali ke Indonesia dan bersedia menanggung segala keperluannya. Usaha saya tersebut, selalu ditepisnya dan selalu mencari alasan agar tidak kembali ke Indonesia. Hingga keputusan saya mengunjunginya ke Iran pun selalu ditolak" jelas VH. 

Menurut VH, September 2019 lalu, dirinya resmi melaporkan Siavash ke polisi lantaran kebohongan yang dilakukannya mulai terungkap, seperti mengaku kembali ke Iran, namun kenyataannya malah menetap di salah satu apartemen di Ibukota Jakarta dan tengah berupaya memperdayai wanita kaya, untuk digasak harta kekayannya.

Lantaran laporannya di Polrestabes Makassar berjalan di tempat, mendorong VH didampingi pengacaranya bersama LBH APIK kembali memasukkan laporan penipuan oknum imigran Iran ke Polda Sulsel.

VH berharap melalui pemberitaan media massa ini, kaum hawa negeri ini, tidak ada yang menjadi korban penipuan sindikat Siavash dan komplotannya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00