Wabup Bone : Berikan Lapangan Kerja, Agar Tidak Bikin Masalah

KBRN, Bone : Tim Satgas Percepatan dan Pencegahan Covid - 19 Bone, Berhasil menjemput Pekerja Imigran Indonesia (PMI) asal Bone sebanyak 54 orang dari pelabuhan Nusantara Kota Pare - Pare, Jum'at (3/7/2020) siang tadi.

Penjemputan PMI ini, menggunakan 3 unit kendaraan angkut berupa bus dan kendaraan dalmas milik Brimob serta Dishub Bone dan selanjutnya para pekerja imigran ini dibawa ke Gedung Pemuda Watampone, untuk dilakukan pendataan, pemeriksaan kesehatan dan penjemputan ulang oleh Aparat Kecamatan dan Desa sesuai alamat masing - masing warga bone yang dideportasi ini pada gelombang ke-4.

Juru Bicara, Tim Satgas PPC-19 drg. Yusuf menyebutkan, Berdasarkan data manifest warga Bone yang dipulangkan dari Malaysia sebanyak 71 orang. Namun, Warga yang  berhasil dijemput oleh Satgas sebanyak 54 orang. Hal ini menurutnya dikarenakan sebagian warga Bone yang batal berangkat ini, bersikeras untuk menetap di Kota Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltarara).

"Sesuai Manifest, terdapat 71 orang yang dideportasi. Namun, yang turun dan dijemput sebanyak 54 orang dan sisanya masih di nunukan sebab, bersikeras tetap tinggal di sana," Ungkapnya.

drg. Yusuf mengungkapkan, Untuk status kesehatan bagi 54 orang ini, keseluruhannya dinyatakan non reaktif Covid-19. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya keterangan hasil pemeriksaan PCR atau Test Swab dari pemeriksaan di Kota Nunukan pertanggal 29 Juli lalu.

Ditempat yang sama, Wakil Bupati Bone Ambo Dalle mengungkapkan bahwa, Pemerintah Daerah akan mengupayakan mencarikan pekerjaan bagi imigran ini, upaya ini dilakukan agar tidak menimbulkan masalah. sebab itu, Dirinya meminta para pihak Kecamatan dan Keamanan untuk senantiasa memantau warganya yang dideportasi ini demi mencegah timbulnya permasalah dan mencarikan lapangan kerja.

Jadi tanggungjawab kita tidak hanya selesai sampai mengantar pada keluarganya, tetapi kita mengupayakan tidak menimbulkan masalah

"Jadi tanggungjawab kita tidak hanya selesai sampai mengantar pada keluarganya, tetapi kita mengupayakan tidak menimbulkan masalah, salah satu cara tidak menimbulkan masalah, dia harus punya lapangan kerja," Kata, Wabup.

Wabup mencontohkan, Dirinya pernah mencarikan pekerjaan bagi 3 orang Pekerja Imigran Indonesia (PMI) asal Bone yang berada di rumah singgah Politeknik Bajoe, Ketiga warga tersebut saat ini telah memiliki pekerjaan sebagai sopir dan operator alat berat. 

"Tiga orang yang tinggal rumah singgah Politeknik Bajoe, kita carikan orang tua angkat dan mencarikan mereka pekerjaan. Dan alhamdulillah ketiganya telah bekerja sebagai  sopir dan operator alat berat," tutur Ambo Dalle.

Sementara itu, Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik Bone, Andi Sumardi Suaeb berharap agar Deportan ini betah berada di bone dan tidak kembali merantau ke Malaysia lagi, pihaknya meminta dinas terkait seperti Dinas Ketenagakerjaan untuk memberikan lapangan kerja bagi Pekerja Imigran Indonesia (PMI) asal bone ini.

"Saya harap dinas ketenagakerjaan bisa mengkoordinasikan dengan pihak perusahaan seperti di pabrik gula camming dan arasoe, agar imigran ini bisa bekerja," harapnya.

Khusus Warga Negara Indonesia (WNI) asal Bone yang bermasalah sebanyak 9 orang pada Gelombang 4 ini, menurut Wakapolres Bone AKP, Muhammad Asrofi akan dilakukan interview lebih lanjut di Mapolres Bone sebelum dikembalikan ke keluarganya termasuk WNI yang bermasalah pada kasus Narkotika.

"Ada 9 orang dibawa ke Polres untuk di wawancara, kalau memang tidak ada masalah kita kembalikan, namun ada bermasalah kita tahan dulu," Kata, Wakapolres Bone.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00