13 Oknum Brimob Polda Sulbar Ditempatkan Di Ruang Khusus

KBRN Mamuju : Sebanyak 41 personel Brimob Polman yang terlibat aksi koboi tiba di Markas Polda Sulbar di Mamuju, Selasa 21 Januari 3020. Mereka langsung ditempatkan di ruangan khusus dan menjalani pemeriksaan selama tiga jam oleh Propam Polda Sulbar. 

Sebanyak 13 oknum Brimob yang melakukan aksi koboi di tempat wisata Salu’Pajaang Kabupaten Polewali Mandar beberapa hari lalu dan sempat viral  akhirnya diperiksa unit Propam Polda Sulawesi Barat. Di  Mako Polda Sulbar, Jl.Aiptu Nurman , Mamunyu   Mamuju, Sulbar , Rabu 21 Januari 2020

“Semalam Anggota Brimob yang bermasalah di Polman sudah kami periksa dan kesimpulannya 13 diantaranya dimasukkan ketempat Khusus,” ujar Karo Ops Polda Sulbar, Kombes Moch Noor Subhan. 

Sementara yang lain tidak terbukti melakukan aksi represif dan tidak menembak ke udara. Sementara 13 orang yang menjalani pemeriksaan lanjutan diduga melanggar Undang-undang Nomor 2/2003 tentang Disiplin Anggota Polri. Yakni melakukan tindakan yang dapat menurunkan kehormatan, martabat Negara, Pemerintah, atau Polri.

“Satu perwira (Komandan Kompi Brimob, Ipda Ojan Prabowo). Sebenarnya kami telah periksa sebanyak 41 orang Anggota Brimob Polman, dan 13 diantaranya kami tahan dulu untuk pemeriksaan lebih lanjut namun hukumannya nanti akan ditentukan Ankum (atasan yang berhak menghukum),” katanya.

Kabid Propam Polda Sulbar, Kombes Pol Rivai Arvan menambahkan dari hasil pemeriksaan ditemukan pemicu masalah ini. Oknum Brimob, Ipda Ojan adalah biang kerok. "Anggota yang mulai memukul, tidak terima masyarakat kemudian melakukan pengeroyokan," katanya. 

Aksi brutal oknum anggota Brimob di kawasan wisata Salu Paja'an, Kecamatan Binuang, Polman itu dipastikan akan lanjut ke persidanga. Kata Arvan, personel Propam masih di Polman meminta kesaksian warga. 

Untuk sanksinya, kata dia, bisa dihukum dengan penempatan ditempat khusus sesuai waktu yang ditentukan, kemudian bisa menjadi catatan untuk tidak mengikuti pendidikan serta penundaan gaji selama satu bulan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00