Seruduk Kantor DPRD Bone, Kelompok Tani Desa Kadai Keluhkan Kelangkaan Pupuk

KBRN, Bone : Sejumlah kelompok tani dari Desa Kadai, Kec. Mare, Kabupaten Bone mendatangi kantor DPRD Bone, Rabu (23/12/20) untuk menuntut menyelesaikan permasalahan kelangkaan pupuk bersubsidi di desannya. Tuntutan ini seiring dengan kebutuhan pupuk di masa tanam kedua di akhir tahun ini. Dimana para petani kesulitan memperoleh pupuk di sejumlah pengencer dan distributor yang sudah kehabisan stok.

Sejumlah Kelompok Tani di Dampingi Kepala Desa Kadai, Mendatangi kantor DPRD Bone untuk Menyampaikan Aspirasinya Terkait Kelangkaan Pupuk di Masa Tanam Kedua Tahun ini.

Kepala Desa Kadai, Andi Hikmat SM menyebutkan bahwa kebutuhan pupuk yang diminta masyarakatnya untuk 179 hektar lahan, hanya membutuh 10 ton pupuk Urea dan 20 ton Phonska. Permintaan ini menurutnya, dianggap wajar dikarenakan sisa dari kouta atau jatah pupuk yang diberikan pemerintah yang belum terealisasi dari kouta pertahun sebesar 53 ton.

"Kami hanya minta 10 ton Urea dan 20 Ton Phonska untuk tanaman padi masyarakat Desa Kadai. Kebutuhan pupuk ini jelas bagian dari sisa kouta pupuk bersubsidi yang dikasih pemerintah dan selalu realisasinya tidak pernah 100 persen," ungkap, Kades Kadai A. Hikmat kepada rri.co.id di ruang aspirasi kantor DPRD Bone.

Dia mengungkapkan, para petani di desanya kerap menanyakan ketersedian pupuk di sejumlah pengencer dan distributor, namun jawaban dari kedua menyatakan bahwa kouta pupuk subsidi telah habis dan kosong di gudang, sementara jatah pupuk yang diberikan oleh pemerintah untuk wilayah desanya sepenuhnya belum terealisasi.

Secara tegas, Andi Hikmat meminta DPRD Bone dalam waktu dekat ini sebelum pergantian tahun baru, kouta pupuk yang menjadi hak kelompok tani di desanya dapat diberikan mengingat saat ini para petani membutuhkan pupuk untuk tanaman padinya, sebab ketika pupuk ini tidak tersedia maka akan terancam gagal panen akibat diserang hama dan penyakit tanaman.

Sementara itu, Anggota komisi satu DRPD Bone, Fahri Rusli ketika menerima aspirasi kelompok tani di ruang aspirasi kantor DPRD Bone berjanji akan segera menyampaikan tuntutan warga Desa Kadai terkait kelangkaan pupuk ini. Selain itu, pihak Dewan juga akan segera memanggil instansi terkait untuk membahas hal ini.

"Saya akan menyampaikan kepada pimpinan dan dilanjutkan dilakukan rapat dengan pendapat sehubungan dengan persoalan tersebut," kata, Rusli dihadapan para kelompok tani di ruang aspirasi.

Rusli juga mengungkapkan, faktor penyebab kelangkaan pupuk bersubsidi di Bone dikarenakan ketidakjujuran para petani ketika petugas survey melakukan pendataan dilapangan mengenai kepemilikan lahan sawan guna penyiapan kouta pupuk subsidi. Dirinya mencontohkan bahwa ada petani saat dilakukan pendataan hanya menyebutkan memiliki satu hektar lahan namun nyatanya memiliki lebih dari satu lahan. Hal ini membuat stok pupuk kerap tidak mencukupi kebutuhan petani dikarenakan pasokan pupuk disediakan berdasarkan data tim survey lapangan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00