Pertanian Cerdas Alternatif bagi Millenial Era Industri 4.0

Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu. (Humas Unhas)

KBRN, Makassar : Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu mengatakan pertanian cerdas bisa menjadi alternatif bagi para kaum milenial dalam upaya meningkatkan kesejahteraannya.

Menurutnya Smart Farming (pertanian cerdas) menjadi salah satu ciri dari konsep pertanian 4.0 yang memanfaatkan aplikasi teknologi informasi dan komunikasi modern.

Selain itu, konsep manajemen pertanian didasarkan pada pengamatan, pengukuran dan tanggapan terhadap variabilitas lahan terhadap tanaman.

"Olehnya itu, pemuda memiliki peran pada pemberdayaan petani tradisional untuk menguatkan kelembagaan, melibatkan para pemuda millenial secara holistik baik ditingkat on farm, off farm, serta jejaring pemasaran konvensional maupun online," kata Dwia, dalam keterangannya, Kamis (03/12/2020).

Dwia menambahkan, tingkat kesejahteraan petani masih rendah dan tingkat kemiskinan relatif tinggi. Selain itu, 61.7% petani Indonesia hanya memiliki pendidikan sampai Sekolah Dasar, dengan usia rata-rata diatas 40 tahun.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Prof Dedi Nursyamsi mengatakan topik kuliah diharapkan dapat memberi motivasi bagi para milenial untuk terlibat aktif mendorong produksi pertanian.

“Pertanian sedang bertransformasi dari cara-cara tradisional menuju cara modern sejalan dengan hadirnya Internet of Things (IoT), artificial intelligence dan pemanfaatan big data. Ini harus dimanfaatkan oleh generasi penerus guna mengoptimalkan aktifitas pertanian," kata Dedi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00