Shopee Pilihan Terbaik UMKM Adaptasi ke Platform Digital

Usaha menengah, kecil, dan mikro atau UMKM dinilai sangat terdampak oleh pandemi Covid-19 hingga mengancam kelangsungan bisnis banyak pelaku. Meskipun seluruh lapisan masyarakat memang terdampak Covid-19, tetapi penyelamatan UMKM dari dampak Covid-19 dinilai sangat penting bagi perekonomian. Hal ini diungkapkan  Pengamat Ekonomi Universitas Hasanuddin Makassar Prof DR Hamid Habbe. Menurut  Hamid guna menyelamatkan UMKM dari dampak pandemi, pemerintah harus mendorong pelaku UMKM untuk berkreasi dan berinovasi.

Lebih lanjut Hamid mengatakan berkembangnya teknologi digitalisasi memunculkan UMKM baru dimasa pandemi,  bahkan, UMKM yang muncul di masa pandemi jauh lebih besar dibanding UMKM yang terdampak pandemi.

Untuk itu, bagi pelaku UMKM, langkah demi langkah harus terus dilakukan guna memasarkan produknya dan meraup rupiah dengan memaksimalkan perkembangan teknologi saat ini.

Memanfaatkan perkembangan teknologi melalui aplikasi belanja digital menjadi pilihan bagi pelaku UMKM untuk bertahan dan memulai usaha baru. Salah satu pilihan terbaik bagi pelaku UMKM dengan memasarkan produk pada aplikasi belanja Shopee melalui program semangat usaha lokal

Siti salah satu pelaku UMKM di Makassar mengaku menjadi pendatang baru pada aplikasi belanja online Shopee. Perlahan dan pasti Siti mengaku bisnis pakaian yang digelutinya di  masa pandemi mulai berkembang semenjak bergabung di Shopee.

Semangat berwirausaha dapat tumbuh pada siapapun, tak terkecuali pada kalangan generasi muda  Salah satu pemuda berusia 27 tahun dengan semangat wirausaha yang tinggi adalah Khalid Abdul Rahman, Founder Kaku Food yang merupakan perwakilan merchant ShopeePay di Makassar. Semangat dan kerja kerasnya dalam merintis usaha kini telah membuahkan hasil berupa tujuh cabang gerai Kaku Food yang ia kelola.

Diakui Khalid membangun bisnis kuliner bukanlah perkara mudah, ia pun harus jatuh bangun dan mengubah strategi bisnisnya untuk meraih pundi pundi rupiah. Melalui lima pilar penting dalam membangun usaha yakni financial, marketing, produksi dan sumber daya manusia, serta riset dana pengembangan Khalid memantapkan bisnisnya yang sempat hanya bertahan selama satu bulan setelah dirintis tahun 2018

Stigma pandemi yang berdampak negatif bagi semua sektor usaha ternyata tak ditemui pada kisah Khalid ini, yang justru dibanjiri pesanan semenjak COVID memasuki Indonesia, COVID datang menjadi tantangan dan berkah baginya  karena semua berbondong-bondong ingin menikmati Pisang Coklat, Pangsit Goreng, Tahu Bakso, dan Bakso Goreng di Kaku Food tukasnya.

Selain menghadirkan produk yang sesuai dengan keinginan masyarakat, lebih lanjut Khalid menguraikan penting juga bagi sebuah bisnis untuk memberikan kenyamanan lebih dalam bertransaksi seperti menyediakan layanan pembayaran digital. Bergabung dengan ShopeePay telah meningkatkan visibilitas dan transaksi Kaku Food berkat adanya beragam stimulus yang ditawarkan seperti promo cashback yang menarik

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) mencatat, hingga 21 Agustus 2021 sebanyak 15,3 juta UMKM sudah masuk ke platform digital. Realisasi itu melampaui target tahun ini yang direncanakan 13,7 UMKM masuk ke digital. Adapun pemerintah menargetkan di 2030 sudah sebanyak 30 juta UMKM yang memasarkan produknya secara digital. Secara bertahap, target di 2022 sebanyak 19 juta UMKM dan 2023 sebanyak 24,5 juta UMKM.

Memang disituasi pandemi ini kunci untuk mempertahankan bisnis terletak pada adaptasi dan inovasi .. siapa yang berinovasi dan berkerasi ia bakal muncul menajdi pemenang dan menjadi pemenang maka Shopee menjadi pilihan terbaik…

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar