Meski Telah Memanfaatkan Digitalisasi, Perempuan Indonesia Juga Diharapkan Dapat Menyaring Pinjol Ilegal

KBRN, Makassar : Sistem digitalisasi menjadi topik perbincangan dikalangan para perempuan indonesia maju,  pada seminar yang dilaksanakan di Makassar kemarin.  Sistem digitalisasi ini dinilai sudah menjadi prioritas dalam pemberdayaan ekonomi perempuan di era pandemi.

 

Pada kegiatan tersebut ikut menghadirkan sejumlah narasumber  seperti   Deputy direktur kantor OJK  regional 6 sulampua Bondan Kusuma,  Septriana  Tangkary direktur informasi dan komunikasi perekonomian  dan maritim, dari kemenkominfo, serta  Dias Satri founder piknik hub dan jagoan indonesia, juga  Ida nur haris selaku pelaku umkm di Makassar sekaligus Ketua DPD PIM Sulsel.

 

Direktur informasi dan komunikasi perekonomian  dan maritim kemenkominfo, Septriana  Tangkary yang ditemui di sela - sela kegiatan mengungkapkan,  sistem digitalisasi memang dibutuhkan di era pandemi ini.  Namun untuk menghindari penipuan ditengah sistem digital ini harus diupayakan,  khususnya bagi perempuan pelaku umkm yang rentan terjebak .

Septriana Tangkary

“ trekait bagaimana teknologi informasi itu bisa dimanfaatkan dengan baik, tidak jauh dari kebutuhan para pelaku umkm itu sendiri. Misalnya kebutuhan akan pinjaman online, ini juga penting bagi para perempuan pelaku umkm agar dapat lebih cermat lebih berhati – hati dalam memilih apakah terdaftar di OJK atau tidak,” tutur Septriana Tangkary Selasa, (12/10/2021)

 

Sementara itu , Deputy direktur kantor OJK  regional 6 Sulampua Bondan Kusuma, menuturkan  transaksi digital yang semakin mudah ini  harus dibarengi dengan kecakapan para pelaku umkm dalam mencermati legal dan logisnya suatu usaha saat membutuhkan pinjaman untuk mengembangkan  usahanya.

 

“jadi ingat legal dan logis, ketika ingin melakukan pinjaman usaha cek dulu legalitas usaha tersebut  dan logis tidak sistem pinjamannya. Nah jika masih banyak yang bingung dan igin bertanya tentang pinjol yang legal dan tidak legal bisa menghubungi Call center  Ojk di 157, atau  WA di  081157157157,” ungkap Bondan Kusuma.

 

Ditambahkan saat ini sebanyak 3600 lebih pinjol ilegal telah di bekukan oleh satgas waspada investasi yang digawangi oleh OJK, kominfo dan Kepolisian untuk meminimalisir  website dan sejumlah aplikasi pinjaman  ilegal yang marak bermunculan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00