Transaksi Gadai dari Nasabah Pegadaian Meningkat Jelang Lebaran

KBRN, Makassar : Akibat situasi wabah Pandemi Covid-19 serta jelang moment Idul Fitri 1442 Hijriah, PT. Pegadaian Persero Kantor wilayah VI Makassar Sulawesi Selatan mencatat adanya peningkatan transaksi gadai dari nasabah yang cukup signifikan.

Hal itu, dilontarkan Deputy Operasional Abd Wadud Assegaf, Jumat (07/05/2021) di Kantor Wilayah Pegadaian VI di Jalan Pelita Makassar.

Ia menjelaskan peningkatan transaksi, disebabkan oleh kondisi perekonomian warga, khususnya golongan menengah ke bawah yang tidak sedikit terdampak Covid-19, sehingga mereka membutuhkan dana segar untuk menopang perekonomian rumah tangga.

Mereka menilai melalui transaksi gadai, dinilai cukup mudah dan tidak memakan waktu lama dalam prosesnya.

Awal tahun 2021hingga 4 Mei tercatat posisi sisa pinjaman atau Outstanding Loan (OSL) telah menyentuh angka Rp.6,8 triliun, sementara pada periode yang sama tahun lalu berada di angka Rp.6,4 triliun.

“Transaksi gadai memang terjadi peningkatan, kenaikan transaksi gadai sekitar 6,7 persen jika dibandingkan tahun 2020 kemarin. Tahun kemarin di Bulan Mei hanya Rp. 5, 83T, sementara di tahun ini di bulan yang sama telah mencapai sekitar Rp.6,32 Triliun ,” jelas Abdul Wadud Assegaf.

Hal yang sama diungkapkan Manager Humas, Muh Gunawan HB menjelaskan adanya kenaikan transaksi ini, juga dipicu oleh kondisi covid 19 yang sudah melandai yang berbeda tahun 2020 dimana covid 19 masih cukup tinggi dan adanya pembatasan aktivitas.

Gadai emas menjadi transaki yang paling banyak diminati, selain karena mudah praktis juga karena bunganya yang cukup kompetitif. Menurut Gunawan larangan mudik, membuat para nasabah untuk mengalihkan dananya ke tabungan emas atau gadai emas.

Sementara untuk transaksi non gadai seperti pembiayaan usaha melalui jaminan fidusia justru mengalami penurunan.

Berbeda dengan transaksi gadai yang semakin meningkat pada masa pandemi dan jelang lebaran, justru transaksi non gadai kecenderungannya menurun dikarenakan banyak bidang usaha dari nasabah yang terdampak Covid-19 dan mengharuskan nasabah untuk mengurangi atau bahkan menghentikan produksi usahanya.

“Kredit usaha non gadai dengan jaminan BPKB ada juga kredit amanah kepemilikan kendaraan baik roda 2 dan roda 4, ada juga kredit usaha dengan jaminan akte tanah," ujarnya.

Hanya saja pihak Pengadaian masih melakun pembatasan bagi mereka yang akan bertransaksi karena pertimbangan covid 19. Sedang khusus untuk bulan Ramadhan ini, pihak pengadain menghadirkan program Gerakan Ramadhan Gempita (GEMPAR) dengan memberikan cashback sebesar 1persen bagi nasabah yang melakukan transaksi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00