Ekspor Indonesia Meningkat 20.31 Persen, Tertinggi di Bulan Maret

KBRN, Makassar : Perkembangan ekspor dan impor Indonesia pada bulan Maret 2021, menunjukkan peningkatan yang menggembirakan.

Dalam laporan bulanan Badan Pusat Statistik (BPS), Kamis (15/4/2021), ekspor Indonesia pada bulan Maret 2021 sebesar US$18.35 miliar, meningkat 20.31 persen dibandingkan kinerja ekspor bulan Februari 2021.

"Nilai ekspor Indonesia di bulan Maret naik dua digit. Ini sangat bagus dan impressive. Kita berharap kinerja ekspor ini dapat dipertahankan di bulan-bulan berikutnya," ujar Kepala BPS Suhariyanto, saat menyampaikan perkembangan ekspor impor Indonesia bulan Maret 2021, Kamis (15/4/2021).

Kenaikan ekspor tertinggi di bulan Maret 2021 adalah ekspor minyak hewan/ nabati sebesar 67.90 persen atau sebesar US$ 167.1 juta. Kenaikan ini tidak lepas dari perkembangan harga sejumlah komoditas di pasar global.

Dari data BPS, sejumlah komoditas yang harganya mengalami kenaikan di pasar global dan merupakan produk ekspor andalan Indonesia, antara lain minyak sawit, minyak kernel, batubara, besi dan baja, serta aluminium.

Sementara itu, ekspor yang mengalami penurunan tajam di bulan Maret adalah ekspor kendaraan dan bagiannya, sebesar 2.06 persen atau sebesar US$16.7 juta.

Dari sisi impor, pada bulan Maret 2021 tercatat sebesar US$16.79 miliar, meningkat 26.55 persen dibandingkan impor bulan Februari 2021.

"Yang menggembirakan, kenaikan impor terjadi pada impor barang modal, bahan baku/penolong, yang mengindikasikan industri dan investasi kita mulai pulih kembali. Sedangkan peningkatan impor barang konsumsi, diantaranya karena pengaruh akan datang bulan Ramadan, diantaranya impor kurma," jelas Suhariyanto.

Dengan demikian, neraca perdagangan Indonesia pada bulan Maret 2021 mengalami surplus US$1.57 miliar.

"Perkembangan ekspor dan impor Indonesia sejalan dengan perkembangan indikator yang dilaporkan oleh lembaga internasional, dimana Purchasing Manager Index Indonesia (PMI) bulan Maret 2021 meningkat menjadi 53.2. Hal ini karena aktivitas masyarakat yang mulai meningkat karena adanya vaksinasi, permintaan komoditas meningkat yang diikuti dengan kenaikan harga komoditas di pasar global," pungkas Suhariyanto.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00