AUHM Sambut Baik Kebijakan Penghapusan Jam Malam Kota Makassar

KBRN,Makassar-- Asosiasi Usaha Hiburan Malam (AUHM) Kota Makassar menyambut baik kebijakan Pemerintah Kota Makassar yang telah menghapus aturan jam malam.  Ketua AUHM Makassar, Zulkarnain mengatakan, kebijakan tersebut sudah tepat dan dianggap sebagai angin segar bagi pekerja AUHM.

"Kalau kita AUHM sambut baik kebijakannya Pak Danny, karena hampir dari seluruh bidang usaha yang paling berpengaruh dan kena dampaknya ini kebijakan aturan jam malam yah usaha hiburan malam," kata Zul sapaan karibnya, Jumat, 5 Maret 2021.

Zul mengklaim, sejak awal pihaknya yakin bahwa wali kota pilihan rakyat akan pro dengan rakyat.

"Saya percaya kalau wali kota yang betul-betul dipilih rakyat pasti dukung rakyat juga, beda dengan pejabat yang cuma ditunjuk-tunjuk saja sama gubernur," bebernya.

Kendati demikian, Zul mengaku optimis dengan hadirnya sistem protokol normal baru , maka pihaknya akan konsisten menerapkan protokol kesehatan dan siap mendapatkan sanksi apabila melanggar prokes.

"Kita itu dari awal sudah punya konsep protokol kesehatan yang telah diajukan ke Dinas Pariwisata Kota Makassar kalau memang kita melanggar protokol kesehatan," ungkap Zul.

Adapun konsep protokol kesehatan dan sanksi yang sudah ditetapkan oleh Asosiasi Usaha Hiburan Malam yakni jika melanggar ringan maka akan ditegur, kalau melanggar sedang tutup usaha selama 14 hari  dan apabila melanggar dengan kategori berat maka izin usaha dicabut dan usaha tutup.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Makassar menghapus kebijakan aturan jam malam karena dinilai dalam hal pengawasan di lapangan belum maksimal.

"Percuma diperpanjang kalau tetap ji orang melanggar, artinya memang pengawasan kurang, " ucap Wali Kota makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto, belum lama ini.  

Danny menyebut aturan pembatasan jam malam dihapus dan diganti dengan sistem protokol normal baru. Rencananya kebijakan itu akan diberlakukan setelah Pemkot Makassar melauching program Makassar Recovery pada Jumat, 5 Maret 2021, malam.         

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00