Melalui Shalter Warga, Angka Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Mengalami Penurunan

KBRN, Makassar: Selama pandemi Covid-19, berdasarkan data Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Makassar, kasus kekerasan terhadap anak mengalami penurunan, jika dibandingkan dengan tahun 2019 lalu. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Makassar, Andi Tenri Pallallo.

Andi Tenri mengatakan, pada 2019 lalu, angka kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan mencapai 1.351 kasus. Menurutnya, angka kekerasan terhadap anak dan perempuan memang terus mengalami kenaikan sejak 2015 lalu. Namun dengan didukung regulasi yang ada, seperti penegakan Peraturan Daerah (Perda) Perlindungan Anak dan Keseteraan Gender bekerjsama dengan pihak kepolisian dan masyarakat melalui shalter warga, akhirnya di tahun 2020 DPPPA  Kota Makassar berhasil menurunkan angka kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak sebanyak 300 kasus.

"Pengalaman saya menggunakan kebijkan ini, DPPPA bisa menyelesaikan dengan baik contohnya melalui shalter warga," kata Andi Tenri. 

Meski terjadi penurunan, lanjut Andi Tenri, para korban harus tetap mendapatkan perlindungan dan pendampingan agar tidak merasa terabaikan oleh pemerintah. 

"Harus diberi layanan, jika ada gejala langsung dirujuk ke puskesmas atau rumah sakit," bebernya.

Andi Tenri menambahkan, selama menangani kasus kekerasan anak dan perempuan, pihaknya tidak mendapatkan kendala lantaran kerjasama dan komunikasi yang dibangun dengan aparat kepolisian dan stakholder lainnya berjalan lancar.

"Tidak adaji kendala, karena kalau ada kasus kita sama pihak polisi langsung bergerak. Intinya sekarang, apakah kita mau bekerja dengan baik atau tidak, itu saja," tegas Andi Tenri.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00