Cerita dan harapan Prof Rudy Djamaluddin selama 8 Bulan Jabat Pj Walikota Makassar.

Prof Rudy Djamaluddin.jpg

KBRN, Makassar;

Jelang berakhirnya masa tugas Jabatan sebagai Pj Walikota Makassar, Prof Rudy Djamaluddin mengungkapkan, sejak masuk CPNS melalui jalur dosen pada tahun 1994. Dirinya tidak pernah berpikir akan diberi kesempatan memimpin Makassar, meski hanya dalam waktu 8 bulan. Hal ini diungkapkan di hadapan sejumlah awak Media, Kamis (26/02/2021).

"Saya tidak pernah bermimpi sebelumnya karna prinsip kerja saya adalah kerja, kerja, kerja saja,"ungkapnya,

Menurutnya, dirinya selalu meyakini, jika jabatan itu adalah rezeki yang diberikan Tuhan, sehingga hal itu murni merupakan amanah yang harus dijaga dengan baik.

"Saya masuk melalui jalur dosen, tidak pernah bermimpi menjadi kepala dinas PU, tapi tuhan memberikan amanah itu melalui Gubernur, tentu cukup memberikan kesan buat saya secara pribadi.

"Setelah itu, Allah melalui gubernur juga meminta saya jadi Penjabat (Pj) Walikota Makassar. Ini tidak pernah saya bayangkan,"terangnya.

Rudy pun berpesan, agar kita utamanya sebagai pelayan masyarakat dapat selalu bekerja dengan ikhlas, dan penuh integritas dalam memberikan pelayanan ke khalayak banyak.

"Jangan pernah bekerja memburu dua hal, yaitu untuk mendapat uang, dan saya kerja berpikir untuk naik jabatan. Karena ini pasti akan mengkontaminasi semangat kerja termasuk integritas melayani masyarakat,"tuturnya.

Rudy turut menyampaikan harapannya kepada Walikota Makassar terpilih, Danny Pomanto, agar kedepannya bisa memperbaiki kondisi ekonomi masyarakat di tengah COVID-19.

"Namun satu yang pasti, sebagai warga Kota Makassar kita menginginkan Makassar menjadi lebih baik. Sehingga warga dapat memperbaiki ekonomi nya utamanya di tengah pandemi COVID-19 yang melanda,"tutupnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00