Dinas Sosial Makassar usulkan 72 Santunan Bagi Warga yang Meninggal Karena Terinfeksi COVID-19.

Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial Dinas Sosial Kota Makassar, Laheru.jpg

KBRN, Makassar: : Dinas Sosial Kota Makassar mengeluarkan 72 surat rekomendasi bagi warga yang meninggal dunia karena terkonfirmasi COVID-19, agar bisa mendapat santunan dari Kementerian Sosial (Kemensos). Surat rekomendasi ini akan digunakan ahli waris untuk mendapatkan santunan sebesar Rp15 juta dari Kemensos. Sebelumnya Pemerintah pusat telah mengeluarkan Surat Edaran Kementerian Sosial RI Nomor 427/3.2/BS.01.02/06/2020, tentang Penanganan Perlindungan Sosial Bagi Korban Meninggal Dunia Akibat COVID-19.

Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial Dinas Sosial Makassar, Laheru menyebutkan, baru 72 berkas yang masuk untuk mengajukan permohonan. Padahal pelayanan ini telah dibuka sejak Juni 2020. Sementara update terakhir Satgas COVID-19 Makassar, mencatat sudah ada sekitar 425 orang yang meninggal dengan status positif.

"Sejak bulan Juni lalu sudah dibuka, namun sampai sekarang itu hanya 72 orang yang sudah kumpul berkasnya. Kalau yang sudah meninggal (COVID-19) sudah banyak, tapi yang kami terima berkasnya disini baru sebanyak 72 orang," ujarnya, Rabu (20/01/2021).

Menurutnya, hal ini terkendala karena kurangnya informasi, atau publikasi. Sehingga banyak masyarakar yang belum mengetahui Program ini."Mungkin juga karena masih banyak masyarakat yang belum tahu, jadi masih sedikit yang masukan berkasnya," jelasnya.

Meski demikian hingga saat ini belum ada satu pun pemohon yang telah menerima jaminan.

"Terakhir saya cek di provinsi, belum ada yang cair, saya tidak tau apa kendalanya, karena untuk kelengkapan berkas kami sudah lengkapi, validasi, dan kami juga sudah datang di provinsi, jadi tinggal dari kementrian," katanya.

Pencairan sendiri rencananya dilakukan di rekening masing-masing pemohon atau ahli waris, sehingga tidak melalui perpanjangan tangan lagi dari pemerintah.

"Jadi alurnya itu kalaupun ada yang cair, lewat rekening langsung yang dikumpul. jadi ada rekening bank yang dikumpul oleh ahli waris, jadi tidak lewat pemerintah atau dinas sosial tetapi langsung masuk ke rekening yang bersangkutan," tutupnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00