Tahap Evaluasi, Tenaga Kontrak yang Tidak Produktif Terancam Dipecat.

KBRN, Makassar:

Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Makassar sementara mengevaluasi kinerja Tenaga kerja. Jika tidak produktif dan dinilai malas maka dipastikan kontrakny tidak akan diperpanjang dan langsung diputus.

Kepala Bidang Perencanaan dan Informasi Kepegawaian BKPSDM Kota Makassar, Kadir Masri menuturkan saat ini pihaknya mulai mendata tenaga kontrak yang kinerjanya dinilai kurang baik. Jika tak ada kendala, pendataan ini akan rampung paling lambat pekan depan.

"Ini masih sementara kita teliti dulu, yang malas itu tidak akan kita perpanjang kontraknya. Mudah-mudahan pekan depan sudah rampung," ucap Kadir, Rabu (13/01/2021).

Dirinya menyebut meski belum ada angka pasti, namun Kadir memastikan jumlah tenaga kontrak akan berkurang. "Kita sementara rekap datanya, jelasnya indikator kenapa sampai kontraknya tidak diperpanjang karena mereka tidak masuk kantor selama berbulan-bulan serta menyalahgunakan tugas pokok," ujarnya.

Menurut Kadir, evaluasi tenaga kontrak sudah menjadi kegiatan rutin tahunan BKPSDM D Kota Makassar. Bahkan, pada 2019 lalu tercatat ada kurang lebih 300 tenaga kontrak yang SK-nya tidak diperpanjang.

Pj Walikota Makassar, Rudy Djamaluddin menilai tenaga komtrak yang tidak produktif sudah seharusnya dievaluasi. Terlebih diakui Rudy, banyak informasi yang beredar tidak sedikit tenaga kontrak yang namanya terdaftar namun tidak bekerja lagi di pemkot.

"Jadi tenaga kontrak yang memang sudah tidak memberikan kontribusi nyata bagi akselerasi pemerintahan utamanya dalam hal pelayanan harus dievaluasi," tegasnya.

Rudy menyebut, kebijakan merekrut tenaga kontrak tidak lain untuk membantu kerja-kerja pemerintahan. Apalagi pemerintah telah mengeluarkan anggaran yang cukup besar membayar gaji tenaga kontrak Untuk APBD 2020, sedikitnya menghabiskan anggaran Rp152 miliar untuk membayar gaji 8.449 jumlah tenaga kontrak setiap bulan, mereka digaji Rp1,5 juta. Hanya saja, jumlah itu belum termasuk potongan iuran BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan.

"Ini yang saya minta, tolong dievaluasi supaya ada rasa keadilan bagi semua tenaga kontrak. Karena ada tenaga kontrak memiliki integritas tinggi kerja siang dan malam tapi mendapat gaji sama seperti mereka yang tidak memberikan kontribusi sama sekali," tutup Rudy.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00