Solusi Penanganan Narkoba dari Paslon Pilkada Makassar

KBRN, Makassar :  Jajaran Saturan Reserse Narkoba Polrestabes Makassar merilis hasil sitaan narkoba sepanjang tahun 2019. Terhitung Januari hingga Desember, peredaran sabu mendominasi kasus penyalahgunaan narkoba.

Narkoba jenis sabu yang disita hingga akhir tahun ini sebanyak 14,6 kilogram, menyusul ganja 6,2 kilogram, tembakau sintetis 372 gram, ekstasi 84 butir, dan belasan butir obat daftar G.

Pada debat publik ketiga Pilkada Makassar yang digelar oleh KPU Makassardi Ibukota Jakarta. Sesi kedua debat ketiga ini mengangangkat tema tentang penanganan narkoba.

Kesempatan pertama, pasangan calon (Paslon) nomor urut tiga Syamsu Rizal - Fadli Ananda mengatakan soal narkoba ini bukan hal yang main-main karena akan merusak bangsa. Ia juga mengkonsentrasikan penuh penenganan narkoba kepada masyarakat. 

Paslon ini juga akan menghidupkan lembaga pemerintahan yang sudah lama dilebur untuk melawan penyaluran narkoba. Hal kedua paslon ini juga memastikan lingkungan yang strategis, membuka ruang agar warga tak terdampak narkoba.

Sementara itu, paslon nomor empat Irman Yasin Limpo - Zunnun menawarkan empat langkah dalam penanganan narkoba di Kota Makassar. Hal pertama yang ditawarkan adalah pencegah yang dilakukan lewat komunitas.

Langkah kedua lewat kultural di tengah masyarakat, kemudian pemberantasan dengan melakukan koordinasi dengan pihak yang berwenang dan merupakan leading sektor seperti polisi dan BNN. Hal terakhir adalah pemberdayaan bagi mantan korban penyalaahgunaan narkoba yang diwadahi untuk membuka sekolah.

Mendapat kesempatan ketiga, Paslon nomor urut satu Ramdahan Ponato -Fatmawati Rusdi mengatakan orang melalukan penyalahgunaan narkoba karena ada pemicunya, salah satunya persolan rumah tangga dan juga stress sebagai pemicu. Paslon ini menawarkan program untuk mitigasi sosial dan masuk ke lapisan masyarakat bawah untuk menampung aspirasi.

Sementara itu, Paslon nomor urut dua Munafri Arifuddin - Rahman Bando dalam paparannya mengatakan, untuk mengatasi masalah narkoba tidak hanya sekadar memunculkan slogan saja. Tapi dengan langkah konkrit salah satunya dengan memberikan pemberdayaan kepada masyarakat.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00