Gubernur Sulsel Izinkan Jenazah COVID-19 Dikubur Bukan di Pemakaman Khusus

Petugas kesehatan dari EcoNusa Foundation menunjukkan cara memakai hazmat kepada warga setempat saat simulasi penanganan pasien terpapar COVID-19 di Pulau Hatta, Banda, Maluku, Sabtu (14/11/2020). Simulasi tersebut dilakukan dalam rangka memberikan pembelajaran dan pengetahuan terkait penanganan pasien COVID-19 yang harus dipindah dari wilayah pulau terpencil karena keterbatasan alat kesehatan. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/foc.

KBRN, Makassar : Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah mengeluarkan izin terkait pengelolaan dan pemulasaran jenazah pasien COVID-19, tidak lagi wajib dimakamkan di TPU khusus Macanda, Gowa. Nurdin mengeluarkan izin untuk jenazah COVID-19 bisa di makamkan di mana saja.

"Edaran tersebut merupakan tindak lanjut dari keputusan Kemenkes RI dengan mempertimbangkan jenazah Covid-19 perlu dikelola dengan etis dan layak sesuai agama, norma, dan budaya setempat," kata Juru Bicara Satgas COVID-19 Provinsi Sulsel, Husni Thamrin kepada wartawan.

Husni menambahkan, meski telah mendapat izin dari Gubernur Nurdin Abdullah namun ada beberapa syarat yang harus dipenuhi yakni surat tidak adanya penolakan dari TPU dan warga sekitar.

“Jika pasien COVID-19 meninggal lalu keluarga mau makamkan di TPU sekitar rumah silahkan. Dengan catatan, ada surat keterangan dari tempat pemekaman dan pemerintah setempat untuk bersedia dimakamkan di lokasi itu dan tidak ada penolakan dari masyarakat,” ujarnya.

Tidak hanya jenazah COVID-19 yang merupakan warga Makassa, namun kata Husni pasien COVID-19 dari Kabupaten yang dirujuk ke RS di Makassar lalu dinyatakan meninggal juga bisa dibawa ke kampung halamannya. Namun, pihak keluarga harus berkoordinasi dengan Satgas COVID-19 setempat.

“Protokol kesehatan juga mesti dipatuhi. Jangan dikasi singgah-singgah, intinya dari RS langsung ke pemekaman di kampung halaman,” jelas.

Selain itu, pemerintah juga memberi izin kepada pihak keluarga untuk mengafani dan menshalati jenazah di rumah sakit. “Tapi hanya dua atau tiga orang saja. Itupun harus sesuai protokol kesehatan di antaranya mengenakan APD,” terangnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00