MUI Makassar tekankan pentingnya tata cara Penyembelihan Hewan secara Syar'i.

dokter hewan Muh.Ridwan Gaffar.jpg
Ketua MUI Makassar AG Baharuddin.jpg
Sosialisasi Fatwa MUI.jpg

KBRN, Makassar:

Sistem pemotongan hewan di pasaran sejauh ini diakui masih belum memenuhi Fatwa MUI yanhbtelah ditetapkan. Hal ini di nilai akibat tingginya kelalaian petugas pemotongan hewa dan banyaknya jumlah hewan yang dipotong.

Untuk itu Majelis Ulama Indonesia MUI Makassar mengimbau kepada seluruh pengusaha pemotongan hewan untuk mematuhi tata terib penyembelihan secara syar'i, seperti halnya yang diungkapkan dokter hewan dari Dinas DP2 Makassar Muhammad Ridwan Gaffar di sela sela kegiatan sosialisasi fatwa penyembelihan hewan secara syar'i yang di gelar di Makassar. Senin(23/11/2020).

Ridwan Gaffar mengungkapkan hingga saat ini pemerintah kota Makassar terus mengoptimalkan pengawasan di beberapa pengusaha penjualan hewan ternak, salah satunya ayam potong karena proses penyembelihan yang terkadang tidak secara syar'i dan tidak sesuai dengan fatwa yang ditetapkan MUI Makassar, sehingga para pengusaha kesulitan mendapatkan rekomendasi atau penerbitan sertfikasi halal karena tidak memenuhi suarat pemotongan hewan yang sesuai dengan syar'i.

"Memang masih banyak pengusaha ternak hewan utamanya usaha penjual ayam potong yang terkendala akan penerbitan sertifikasi halal akibat proses penyembelihannya yang tidak sesuai dengan aturan,"ungkapnya.

Sementara Ketua MUI Makassar AG Baharuddin dalam kesempatan yang sama mengatakan masih tingginya kelalaian para petugas pemotongan hewan terkait implementasi fatwa pemotongan hewan, sehingga MUI Makassar menggelar sosialisasi fatwa penyembelihan hewan dengan turut melibatkan para ahli dan pengusaha, hal ini dilakukan agar kehalalan daging yang diperjual belikan dapat dipertanggung jawabkan ke masyarakat.

"Sengaja kita gelar kegiatan seperti ini menghadirkan sejumlah pengusaha, petugas pemotong hewan dan para ahli di bidangnya untuk mereleksasi kembali aturan maupun fatwa MUI sekaitan dengan proses penyembelihan hewan yang baik dan benar sehingga menghasilkan daging yang halal dan layak untuk dikonsumsi,"terangnya.

Ia juga kembali mengingatkan kepada para pengusaha pemotongan hewan untuk tetap memperhatikan dan melaksnakan fatwa penyembelihan hewan secara syar'i mulai dari tata cara pemotongan hewan dengan ucapan Basmalah hingga penyiapan alat pemotongan hewan yang digunakan seperti pisau potong maupun mesin pemotongan hewan.

"Penting kita ingatkan kembali agar pengusaha dan petugas pemotong hewan untuk semantiasa tertib aturan penyembelihan hewan sesuai syar'i dengan ucapan Basmalah dengan dukungan alat seperti pisau yang semestinya digunakan termasuk pemakaian mesin pemotongan hewan,"tutupnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00