Provokator Pengambilan Paksa Jenaza Covid di Makassar Ditangkap Polisi.

KBRN. Makassar: Jajaran Resmob Polda Sulsel telah mengamankan yang  diduga pelaku provokator pengambilan jenazah diduga covid-19 secara paksa di RS Awal Bros Makassar, yankni Dandi (20) beralamat Sukaria 18, Kecamatan Panakkukang Kota Makassar dan Muh.Dody Triharyadi (28)  beralamat Villa Surya Mas yang mengaku sebagai anggota Resmob Polda Sulsel.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dir Reskrimum) Polda Sulsel Kombes Pol Didik Agung Widjanarko, S.I.K.,M.Si., membenarkan jajarannya telah mengamankan pelaku pengambilan paska jenazah diduga Covid-19, Kamis (15/10/2020).

Kombes Pol Didik menjelaaskan kronologis penangkapan kedua pelaku  saat anggota Resmob Polda Sulsel melakukan penyelidikan terhadap pelaku pengambilan paksa jenazah di RS Awal Bros, Polisi mengetahui keberadaan keduanya di Jalan Urip Sumoharjo depan Gedung DPRD Sulsel sekitar pukul 23.00 WITA, Kamis (15/10/2020).

"Anggota langsung menuju tempat yang dimaksud dan berhasil mengamankan terduga pelaku provokator pengambilan paksa jenazah. Kemudian dibawa ke Posko Resmob Polda Sulsel untuk diinterogasi lebih lanjut.," jelas Kombes Pol Didik.

Selain mengamankan tersangka, anggota Resmob Polda Sulsel juga mengamankan barang bukti berupa  1 lemabr pakaian/ baju yg bertuliskan resmob, 1  lembar KTA( T.S.H.C ).toddopuli shooting & Hunting club, 1  unit handphone.

Saat dikonfirmasi Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Ibrahim Tompo, S.I.K.,M.Si., mengungkapkan dari hasil interogasi bahwa benar pelaku Dandi mengakui  telah memprovokasi keluarga jenasah covid 19 untuk mengambil paksa jenasah yang berada di Rumah Sakit Rujukan Covid R.S Awal Bros Makassar untuk di pulangkan ke rumah duka dan  pelaku Dody yang mengaku sebagai anggota polri saat memprovokasi pengambilan paksa jenaza diduga covid  mengaku bertugas di Resmob polda sulsel.

“Baju yang  di gunakan Dody  bertuliskan resmob diakui pelaku diberikan oleh Wisnu yg bertugas di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sulsel,” ujar Kombes Ibrahim Tompo.

Menurut Kombes Ibrahim Tompo, Anggota Resmob Polda Sulsel berkoordinasi dengan Penyidik Ditreskrimum Polda Sulsel untuk pemeriksaan lebih lanjut kedua pelaku pengambilan paksa jenazah diduga covid-19.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00