13 Kilogram Shabu dan 2994 Pil Ekstacy Gagal Beredar di Makassar.

KBRN. Makassar: Tim Khusus Direktorat Reserse Narkoba Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) berhasil menggagalkan peredaran narkoba jenis sabu sebanyak 13 kilogram dan 2900 pil ekstacy. Pengungkapan shabu dan pil ekstacy tersebut direalise langsung Kapolda Sulsel Irjen Pol Merdisyam, didampingi Direktur Direktorat Reserse Narkoba dan Kabid Humas Polda Sulsel, di Teras Mapolrestabes Makassar, kamis (24/09/2020).  

Irjen Merdisyam menjelaskan,  pengungkapan penyelundupan shabu dan ekstacy dengan jumlah besar tersebut, berlangsung selama empat hari dan Tim Khusus Dit.Serse Narkoba Polda Sulsel berhasil menangkap empat orang tersangka.

“Pelaku pertama MAF ditangkap 20 September 2020 di dalam kamar kost  di Jalan Bontosunggu, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, bersama barang bukti satu saset narkoba berisi 8 butir pil ekstasi’, ujar Irjen Merdisyam.

Dari hasil interogasi MAF  kemudian  polisi  menangkap pelaku kedua, yakni AT alias Rio dan polisi menemukan 3 saset sabu, dan 57 butir ekstasi bergambar mirip logo klub sepak bola Barcelona,  barang itu disembunyikan tersangka AT di dalam sebuah dompet berwarna cokelat”,kata Kapolda.

Tidak sampai disitu, Tim Khusus Direktorat Reserse Narkoba Polda Sulsel  berhasil menangkap pelaku ketiga, yakni AZM di perumahan Bumi Permata Hijau, Jalan Hertasning, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar.

Tertangkapnya lelaki AZM alias S terang  Kapolda,  kemudian Polisi melakukan penyelidikan berikutnya untuk dikembangkan pada tanggal 23 September 2020, di jalan Racing Center, Kompleks UMI blok A, Kecamatan Panakkukang dan berhasil menangkap  lelaki FM serta menemukan tas rancel warna biru, 1 sacet plastik besar berisi shabu dan 30 sacet berisi 2994 pil ekstacy.  

“FM diakui masih ada shabu di atas mobil honda brio milinya dan ditemukan 1tas rancel berwarna coklat berisi 14 sacet plastik berisi shabu dan 1 timbangan elektrik”, sebut Irjen Merdisyam.

Menurut Irjen Merdisyam, ke empat tersangka dijerat undang – undang Narkotika nomor 30 tahun 1999 dengan ancaman 20 tahun hingga hukuman mati atau paling rendah enam tahun penjara.  

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00