Akibat Dispensasi, Tingkat Perkawinan Anak di Kab. Bone Meningkat

Ditempat sama, Kepala Bappeda Kab. Bone, Ade Fariq Ashar berharap, melalui kegiatan Kick-Off Meeting ini menemukan sebuah solusi tentang Pencegahan Perkawinan Anak. Pihaknya akan mendukung penuh upaya pencegahan ini dengan mendorong sinergitas program antara instansi serta akan memasukan program Pencegahan Perwakinan Anak dalam RPJMD kedepan.

“Mudah-mudahan di Kick-off Meeting ini kita menemukan solusi pencegahan perkawinan anak. Kemudian kita juga harus ingat pentingnya kolaborasi dengan stakeholder dan mitra untuk pencegahan perkawinan anak, seperti bekerjasama dengan LPP Bone dan organisasi keagamaan lainnya. Mudah-mudahan Kabupaten Bone dapat melakukan setiap program intervensinya dengan baik dan menjadi Kabupaten Layak Anak, saat ini masih tingkat madya, harapannya kita bisa menjadi tingkat nindya.” kata Dr Ade Fariq Ashar.

Sedangkan, Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak DP3A, Dalduk dan KB Pemprov Sulsel, Nur Anti memaparkan, Dari hasil penelitian Tulodo sebagai Lembaga Non Pemerintah menyebutkan ada satu dari empat unsur yang masih mendukung perkawinan anak.

Lanjut, karena itu, dibutuhkan sinergitan penetapan pakta integritas penolakan pernikahan anak dibawah umum, sebab, akibat perkawinan anak itu bukan hanya adanya dampak ekonomi ataupun kesehatan akan tetapi yang paling penting adalah adanya dampak pada pendidikan anak.

“Dari hasil penelitian Tulodo di Bone, ada 1 dari 4 yang masih mendukung perkawinan anak. Nasional dapat beraksi, tapi kita pun harus optimis Bone harus bisa dapat menurunkan angka perkawinan anak. Organisasi Perangkat Daerah (OPD) harus terlibat dalam pencegahan pernikahan anak, karena ada banyak faktor penyebabnya dan dapat dibantu pencegahannya oleh OPD,” Jelas, Nur Anti.

Halaman 2 dari 2

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00