Pertimbangan Protokol Kesehatan, Bupati Menyarakan Jamaah Shalat ID Kurban di Mesjid

KBRN, Bone : Pemerintah Daerah Kabupaten Bone, kembali melarang pemanfaatan Lapangan Merdeka yang berada di pusat jantung Kota Kabupaten Bone, untuk dijadikan lokasi tempat shalat Idul Adha 1441 H.

Alasan pelarangan ini, menurut Bupati Bone Andi Fashar Mahdin Padjalangi dikarenaka, atas pertimbangan akses keluar masuk jamaah yang sulit di deteksi. Kendati demikian, Pihaknya lebih memprioritaskan pelaksanaan shalat di Mesjid. Namun, Bupati memberikan kebijakan bagi masyarakat di wilayah luar Kota, bisa mengadakan shalat di lapangan selama menaati protokoler kesehatan.

”Sementara ini, lapangan merdeka bone tidak buka, karena susah di deteksi orang keluar masuk. Makanya pemerintah bisa mengizinkan selama itu bisa di control,” Terangnya.

Andi Fashar mengaku dirinya juga berencana, akan menggelar shalat Idul Adha di Mesjid Agung Al Maa’rif Bone.

Sementara itu, Ketua Pengurus Mesjid Agung Al Maa’rif Bone, Zainal mengaku telah menyiapkan berbagai langkah penerapan protokol kesehatan di lingkungan masjid seperti, penyedian cuci tangan dan Handzanitizer, alat pengukur suhu tubuh (Thermogun), serta pengaturan jarak posisi shalat (shaf).

“Seluruh pintu masjid di depan, dijemput oleh pemeriksaan suhu tubuh dengan menyiapkan enam alat disiapkan. Untuk Handzanitizer juga ditempatkan dibeberapa pintu, selain itu juga pemberian tanda di lantai,” Sebut, Zainal saat dikonfirmasi via telpon, Kamis, (30/7/2020).

Zainal menambahkan, Sterilisasi ruang masjid juga telah dilakukan, baik itu pembersihan biasa maupun penyemprotan Desinfektan. Selain itu, pihaknya juga menyiapkan sejumlah masker bagi para jamaah yang tidak mengenakan masker.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00