Nurdin Abdullah : Balla Ewako Tanralili Maros Harus Dicontoh Kepala Daerah di 24 Kabupaten Kota

KBRN, Maros : Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan, Prof HM Nurdin Abdullah bersama Kapolda Sulsel, Irjen Pol Mas Guntur Laupe melakukan kunjungan ke Program Inovasi Covid-19 Polda Sulsel Balla Ewako di Kantor Desa Sudirman, Kecamatan Tanralili, Sabtu, (11/07/2020). Mereka disambut dengan ritual anggaru, tari paduppa dan lagu mars Balla Ewako.

Dengan adanya Balla Ewako yang berarti mangngewa atau melawan. Ini bermakna dan berarti mulai  dari rumah sampai dimana saja masyarakat harus melawan virus corona. Desa ini juga ditetapkan sebagai Desa Tangguh Covid 19, hadir dari kerja keras kepala desa beserta jajarannya, Bhabinkamtibmas serta Babinsa. 

"Inikan sesuatu yang kita butuhkan ketika pandemik covid-19. Jadi kuncinya adalah kolaborasi, sinergi, kekompakan ini harus dijaga. Karena masyarakat itu melihat pemimpinnya, kalau pemimpinnya kompak  mereka juga kompak," kata Nurdin Abdullah.

Menghadapi covid-19 adalah musuh bersama,  beperang melwan musuh yang tidak kelihatan. Sehingga dibutuhkan kolaborasi, terutama pada edukasi dan sosialisasi bahwa protokol kesehatan sangat penting di tengah Pandemik ini.

Nurdin berharap ini diikuti oleh desa lain. Sebgai desa tangguh, karena dia bisa memenuhi kebutuhan mereka sendiri mulai dari sayur ikan.

Balla Ewako juga ini yang berada di Kantor Desa Sudirman memiliki Bumdes. Serta memiliki ruang khusus untuk isolasi.

"Saya kira ini adalah bentuk kolaborasi yang sangat cukup baik ketika ada yang terkontaminasi positif, ada ruang isolasi yang diinisiasi mereka juga, bisa mandiri ada dapur dan ada toilet," paparnya.

Sementara itu, Bupati Maros, HM Hatta Rahman menambahkan Balla Ewako ini, merupakan program dari Desa Sudirman, dimana hadir untuk membantu mempercepat penanganan Covid-19 yang menjangkiti masyarakat di desa ini.

"Apa yang dilakukan Bu Desa Sudirman ini sebagai salah satu contoh yang harus diadopsi oleh desa dan lurah lain yang tersebar di daerah Maros. Dimana kehadirannya bisa membantu mempercepat penanganan virus Corona." jelasnya.

Selain itu, Balla Ewako bisa dimanfaatkan bagi mereka yang masuk kategori Orang Tanpa Gejala (OTG).

"Selain membantu pertolongan bagi mereka yang positif Corona, mereka yang tergolong OTG pun bisa dirawat dimana fasilitas yang disediakan tidak akan membuat mereka jenuh lantaran lokasinya masih asri", ujar Hatta Rahman.

Camat Tanralili, Andi Irfan, menyebutkan Balla Ewako memiliki berbagai fasilitas dan telah berjalan selama tiga bulan. Fasilitas utama seperti penanganan Covid-19 seperti ruang isolasi, dapur pasien bagi pasien tekontaminasi. Juga dengan indikator ketahanan pangan seperti budidaya jamur. 

"Sehingga dalam rangka mengisolasi dirinya, memenuhi kebutuhan dan keperluannya kami penuhi melalui Balla Ewako ini," sebutnya.

Pada kesempatan ini juga hadir, Penjabat Wali Kota Pemkot Makassar, Prof. Rudy Djamaluddin yang menyerahkan alat rapid test ke Bupati Maros, Hatta Rahman.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00