Bea Cukai Sulbagsel dan Makassar Tindak Rokok Illegal.

KBRN. Makassar: Pengawasan peredaran barang kena cukai ilegal di wilayah Sulawesi Selatan tak kenal lelah walaupun ditengah wabah virus Corona  yang belum berakhir. Operasi Pengawasan Cukai "Gempur" yang dilakukan serentak di seluruh wilayah Indonesia, membuahkan hasil. 

Hal ini ditunjukkan dengan  keberhasilan Bea Cukai Sulbagsel dan Makassar menidak Barang Kena Cukai,  berupa hasil tembakau tidak dilekati pita cukai dengan jumlah sebanyak 2,8 juta batang, bernilai kurang lebih Rp 2,9 milyar dengan total potensi kerugian negara dari Cukai, PPN Hasil Tembakau dan Pajak Rokok yang tidak terbayar sebesar Rp 1,5 milyar, dengan tersangka insial SR alias AP alias HD warga BTN Taman Sutra Ujung Baru, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, diamankan di Kabupaten Bone.

Kronologis diamankannya rokol Illegal dan pelaku, berawal dari atensi bersama Tim Intelijen Kanwil DJBC Sulawesi Bagian Selatan dan Tim KPPBC TMP B Makassar atas manifes sarana pengangkut, terdapat sebuah kontainer yang dicurigai berisi rokok ilegal.

Beacukai  Kanwil DJBC Sulawesi Bagian Selatan bertindak cepat dengan melakukan koordinasi dan sinergi , hingga terbentuklah Tim Gabungan yang beranggotakan Kanwil Bea Cukai Sulawesi Bagian Selatan, Bea Cukai  Makassar, dan POMDAM VIX/ Hasanuddin.

Tim Gabungan lalu melakukan analisa dan pergerakan cepat, hingga pada tanggal 04 Juli 2020 pukul 03.00 WITA Tim Gabungan berhasil melakukan penindakan atas proses pembongkaran barang tersebut dan melakukan penangkapan tersangka pemilik barang di Kab.Bone. Saat Penindakan didapati bahwa seluruh isi kontainer tersebut adalah  rokok ilegal yang tidak dilekati pita cukai/ tidak membayar cukai kepada negara.

Tersangka dan barang bukti selanjutnya dibawa ke Kantor Bea Cukai Makassar untuk diproses lehih lanjut.

Kasus rokol illegal tersebut, Bidang Penindakan Bea Cukai Sulbagsel, telah menerbitkan Surat Bukti Penindakan, meilakukan penyidikan dengan penerbitan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan dan  tersangka ditahan di  Tahanan Polres Pelabuhan Makassar.

Atas pelanggaran pelanggaran tersebut, tersangka SR alias AP alias HD dikenakan  pelanggaran UU No.39 tahun 20017 Tentang Cukai, dan terancam hukuman berupa pidana penjara 1-5 tahun.(Sumber Humas Kanwil DJBC Sulawesi Bagian Selatan).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00