Sejumlah Elemen Masyarakat Makassar Menolak RUU HIP

KBRN, MAKASSAR - Sejumlah Ekemen masyarakat yang mengatas namakan Aliansi Penjaga Gerbang Timur Indonesia  menyampaikan maklumat terhadap penolakan Rancangan Undang Undang Haluan Ideologi Pancasila (HIP) di Gedung Tower DPRD Provinsi sulawesi selatan Jumat (3/7/2020).

"Mereka menilai bahwa RUU HIP sangat merendahkan derajat pancasila sebagai dasar negara/ juga sebagai upaya kelompok tertentu untuk mengesampingkan agama yang merupakan ruh utama pancasila.

Ketua Presidium Aliansi Penjaga Gerbang Timur Indonesia (APEGTI) Muhammad Zulkifli dalam maklumatnya dihadapan sejumlah anggota fraksi di DPRD Sulsel itu menyatakan 5 maklumat diantaranya meminta agar anggota DPR RI untuk menghentikan dan mencabut pembahasan RUU HIP dari prolegnas DPR RI/ pemerintah dan Rakyat negara Indonesia  secara tegas menolak RUU HIP tersebut, dan meminta presiden Jokowi melakukan pidato kenegaraan untuk mengumumkan secara nasional bahwa rumusan pancasila yang diakui negara RI   adalah rumusan pancasila tanggal 1 juni 1945.

Dia juga menghimbau agar masayarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi olwh ajakan kelompok manapun untuk melakukan tindakan  anarkis dan perbuatan melanggar undang -undang yang dapat mencedarai perjuangan ummat untuk menyelamatkan Pancasila.

Sementara itu Anggota DPRD Sulsel dari Fraksi golkar Rahman Pina mengatakan terkait dengan penolakan Ruu HIP pihaknya sangat mendukung dan sebanyak 85 Anggota DPRd Sulsel melakukan penandatanganan terkait penolakan RUU HIp tersebut.

Ia yakin akan sepakat mendukung apa yang disampaikan elemen masyarakat ini dan kita akan meneruskan penandatangan ini ke unsur pimpinan untuk mendukung hal tersebut. "tuturnya.

Kita berharap agar maklumat dari sejumlah elemen masyarkat APEGTI ini dapat terselesaikan.

Pada kesempatan itu  sebanyak lima anggota DPRD Sulsel melakukan penandatangan maklumat penolakan pembahasan RUU HIP diantaranya Anggota Fraksi  Demokrat Selle Ks Dalle, Anggota Fraksi NasDem Ady Ansar, Rahman Pina dari Fraksi Golkar dan Debby Purnama dari Fraksi Golkar.(**)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00