Polisi Sidik Pengambilan Paksa Jenaza di RS Daya Makassar.

KBRN. Makassar: Kepolisian kembali tegas terhadap penegakan aturan protokoler covid, khususnya pengambilan paksa Jenaza di Rumah Sakit.

Kepala Bidang Humas Polda Sulawesi Selatan Kombes Pol Ibrahim Tompo menginfomasikan kepada wartawan, Jumat (03/06/2020) mengatakan, terkait pengambilan jenazah di Rumah Sakit Daya Makaassar,  saat ini proses sidiknya sedang berjalan di Polrestabes Makassar dan sudah ada beberapa yang di periksa yang terlibat pengambilan jenaza.

“Sedang kita lidik siapa - siapa yang terlibat dan nanti akan kita proses saat ini sedang proses pemanggilan dan pemeriksaan saksi - saksi lain jadi diinfokan jika sdh fix prosesnya.”, ujar Kombes Ibrahim Tompo.

“Sejak kemarin ( Kamis,02/06/2020,Red) baru 2 saksi yang diperiksa”, tambanya.

Kombes Pol Ibrahim Tompo menegaskan, permasahan tentang pelanggaran protokol covid, adalah hal prioritas, semua sama, apalagi terkait dengan keselamatan banyak orang.

Seperti diberitakan di berbagai media, bahwa jenazah Pasien positif Covid-19 yang meninggal di Rumah Sakit Daya Makassar, diambil dan dibawa pulang keluarganya dengan jaminan Anggota DPRD,Sabtu (27/6/2020).

Pasien yang beralamat di Komplek Taman Sudiang Indah tersebut masuk  di RS Daya dengan gejala sesak nafas dan penyakit penyerta Ginjal, pihak Rumah Sakit dinyatakan pasien reaktif berdasarkan rapid test, kemudian dilanjutkan dengan tes swab oleh tim medis namun setelah beberapa jam dirawat, pasien tersebut meninggal dunia dengan hasil swab belum keluar.

Pihak keluarga meminta jenazah dipulangkan ke rumah duka untuk disemayamkan. Jenazah sempat ditahan pihak rumah sakit dan akan dimakamkan dengan protokol kesehatan, namun anggota DPRD Makassar  dari Fraksi PKS, Andi Hadi Ibrahim Baso menjamin dengan membubuhkan tanda tangan surat pernyataan di atas materai.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00