Korban Narkoba Dominan Usia Produktif.

KBRN. Makassar: Korban penyalahgunaan Narkotika dan Obat-Obatan Berbahaya (NARKOBA) di Indonesia dan khususnya di Sulawesi Selatan memprihatinkan, setiap tahun mengalami peningkatan, sehingga tidak hanya dilakukan penegakan hukum tetapi penanganannya, baik pencegahan maupun rehabilitasi bagi pengguna untuk mengurangi dampak sosial dan keuangan negara.

Hal itu terungkap dalam dialog interaktif luar studio RRI Makassar yang disiarkan langsung Programa 1, bekerja sama BNNP Sulsel dan RRI Makassar, bertema “Hidup 100 Persen, Sadar, Sehat, Produktif dan Bahagia Tanpa Narkoba”,  dengan narasumber, Kepala BNNP Sulsel Brigjen Pol Drs.Idris Kadir,SH.M.Hum dan Kepala Balai Rehabilitasi BNN Makassar, dr. Iman Frimansya,S.Km., dengan Prsenter Shahraeny, memperingati hari anti narkioba sedunia (HANI), 26 Juni 2020, berlangsung di Lobby Kantor BNNP Sulsel, Jalan Manunggal Makassar, Kamis (15/06/2020),    

Brigjen Pol Idris Kadir menjelaskan, banyak peredaran narkoba melalui sistim paket pengiriman online dimasa pandemi covid-19, hingga ribuan gram  namun dapat digagalkan BNNP Sulsel bekerja sama dengan Bea dan Cukai yang memonitor lalulilintas pengiriman barang dan berkoordinasi dengan jasa pengiriman, namun BNNP Sulsel sempat mengalami kesulitan untuk memberantas narkoba dimasa pandemi  covid-19 sebelum ada Alat Pelindung Diri (APD).

“Dalam penegakan hukum, BNNP Sulsel selalu berkoordinasi dengan penegak hukum lainnya, karena daerah sulawesi selatan yang cukup luas, memiliki 24 kabupaten banyak pintu masuk penyelundupan narkoba, sementara BNNK pertikal BNN hanya ada di Kabupaten Bone, Kota Palopo dan Kabupaten Tanah Toraja sehingga kabupaten lainnya tentu membangun komunikasi dengan kepolisian setempat untuk melakukan pemberantasan narkoba”,ujar Brigjen Idris Kadir.

Dalam melakukan pemberantasan Narkoba tidak terlepas dari peran serta masyarakat yang peduli terhadap pemberantasan kejahatan narkob kata Brigjen Idris, namun komunitas warga yang memberikan infomasi masih sangat terbatas karena lebih banyak warga yang enggan menginfomrasikan jika melihat ada pelaku kejahatan narkob, sementara kejahatan narkoba mengalami peningkatan dari tahun ke tahun dan didominasi usia produktif. Seperti ditahun 2017 hingga 2018, pelakunya diumur 14 hinga 21 tahun tetapi ditahun 2019, sangat memperihatinkan karena pelakunya ada diusia 6 hingaa 13 tahun.

“Ini tantangan semua pihak bagaimana mendidik masyarakat, dimulai dari lingkungan keluarga agar melakukan upaya pencehan penyalahgunaan narkoba dengan membangun kekuatan keluarga merupakan tanggung jawab orang tua dalam keluarga agar anggota keluarga semua sehat, bahagia tanpa narkoba karena bisnis narkoba tidak akan berhenti jika permintaan masih ada”,cetus Brigjen Idris.

Menjawab pertanyaan Roman, partisipan dialog interaktif melalui sambugnan telepoon, Brigjen Idris menjelaskan, bahwa bisnis narkoba dikendalikan penghuni lapas karena sudah menjadi permasalahan di lapas yang sudah over kapasity sehingga hukuman pelaku kejahatan narkoba tidak menyelesaikan permasalahan yang baik bagi pelaku narkoba, jutru membangun kader – kader pengedar narkoba yang bagus, sehingga diamanatkanlah dalam undang - undang Narkotika nomor 35 tahun 2009, bahwa pengguna narkoba wajib direhabilitasi karena sudah sangat merugikan keuangan negara trilyunan rupiah setiap tahun untuk membiayai di dalam lapas dan jika pengguna direhabilitasi bisa dapat berfungsi dan produksif seperti semula dan tidak kembali menyalahgunakan narkoba.

Sementara Kepala Balai Rehabilitasi BNN Makassar, dr.ImanFirmansya menjelaskan, balai Rehabilitasi BNN terus berkoordinasi dengan BNNP Sulsel yang berkaitan dengan klien-klien yang akan direhabilitasi, namun Iman mengakui  dimasa pandemi covid-19, terjadi perbedaan program dan situasi, terutama melaksanakan standar protokol covid terhadap klien saat masuk balai rehabilitasi, terlebih dahulu dimasukkan ruang isolasi dan dalam pemantauan selama 14 hari sebeluam menjalani program rehab.

“Tempat rehabilitasi dilaksanakan penyemprotan disinfektan, menggunakan kasker, penyediaan cuci tangan dan handsanitaser untuk digunakan seluruh klien dan staf Rehabiltasi”,ujar dr.Iman Firmansyah.

Menurut  dr. Iman Frimansyah, tidak sulit masyarakat yang ingin melakukan rehabilitasi bagi pecandu narkoba, cukup bersama keluarganya dan kartu tanda pengenal datang ke Balai Rehabilitasi BNN, jika terbukti melakukan penyalahgunaan narkoba melalui asesment,  namun dimasa pandemi covid-19, Balai rehab BNN Baddoka Makassar sedang melakukan pembatasan klien untuk jaga jarak dalam balai rehab sehingga Balai rehab BNN juga berkoordinasi dengan beberapa rumah sakit untuk penanganannya.

dr. Iman Firmansyah lebih janjut menjelaskan, balai rehab BNN menyiapkan sarana komunikasi online dan menelpon jarak jauh dalam waktu yang telah ditetapkan untuk dapat berkomunikasi klien dengan keluarganya agar tidak berkunjung ke balai rehab dimasa pandemi covid. Karena Hal itu tentu keluarga klien kesulitan mendapatkan penerbangan bagi keluarga klien yang diluar daerah Sulawesi Selatan namun dapat bertatap muka melalui video online yang disiapkan tanpa mengecewakan keluarganya yang sedang direhabilitasi.

Dalam hal masuk rehabilitasi ditanggung negara yang berhubungan dengan narkotika kata Iman Frimansyah, namun jika klien memiliki riwayat penyakit maka biaya rehab ditanggung keluarganya.

Iman Firmansyah mengatakan, rehabilitasi pengguna narkoba tidaklah merupakan penghukuman bagi mereka seperti di Lapas tetapi bagi klienlah merasakan penghuman bagi mereka di dalam rehabilitasi karena menjani hudup disiplin  dengan rutinitas yang tidak perna dirasakan, namun dirasakan di dalam rehabilitasi tetapi juga rutin menjalani pemeriksaan kesehatan secara komprehensif, tidak lagi menggunakan narkoba, bahkan hari raya keagamaan dilalui di dalam rehabilitasi sehingga jika keluar dari balai rehabilitasi, mereka sudah terbina dengan beraktifitas hudup disiplin, hal ini dapat menyosialisasikan kepada sesama pengguna di luar  manfaat rehabilitasi untuk tidak ketergantungan narkoba.  

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00