Ketidakpatuhan Masyarakat Faktor Penyebab Pertambahan Positif Corona di Sulsel

KBRN, Makassar : Perkembangan kasus positif virus Corona (COVID-19) di Sulawesi Selatan (Sulsel) bertambah 30 orang, sehingga total yang terjangkiti 112 kasus positif Corona.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, M.Ichsan Mustari mengatakan penambahan kasus Covid-19 diakibatkan ketidakpatuhan masyarakat mengindahkan imbauan yang kerap disampaikan.

"Sosial distancing, phsycal distancing hingga menerapkan hidup sehat, tidak dilakoni masyarakat saat pandemik virus Corona merebak di Sulsel. Hal tersebut menyebabkan pasien positif terus bertambah di Sulsel" jelas Kadinkes Sulsel.

Memutus mata rantai Covid-19 lanjut Ichsan kuncinya ada dalam diri masyarakat sendiri.

"Mempergunakan masker saat berada diluar serta tidak berinteraksi dan bersentuhan dengan orang lain, salah satu langkah memutus mata rantai penyebaran virus Corona. Disamping itu, tumbuhnya kesadaran dalam diri masyarakat akan bahaya virus asal Wuhan China ini sangat diharapkan agar  pandemiknya bisa terhenti", pungkasnya.

Berdasarkan data yang dihimpun dari situs resmi Sulsel Tanggap COVID-19 Sulsel pertanggal 6 April 2020 terlihat jumlah pasien yang terjangkit virus Corona sebanyak 112 orang, 19 orang telah dinyatakan sembuh, 84 masih dirawat, dan 9 orang meninggal dunia.

Sementara untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Sulsel dari 275 orang bertambah menjadi 282 orang dimana 250 diantaranya masih dirawat, 21 dinyatakan sehat, dan 11 meninggal dunia.

Dan Orang dalam pemantauan (ODP) di Sulsel juga melonjak drastis dari 2.280 bertambah menjadi 2.308 orang. 

Kota Makassar menjadi wilayah terbanyak kasus COVID-19. Dari 112 orang, tercatat 68 di antaranya berada di Kota Makassar.

Sementara itu, 16 orang lainnya berada di Kabupaten Gowa, 11 orang di Maros, 10 di Sidrap, 1 di Bulukumba, 1 di Luwu Timur, 1 di Pangkep, 1 di Luwu, dan 1 di Takalar.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00