Dulunya Tempat Kumuh, Kini Disulap menjadi Kampung Adat dan Budaya

KBRN, Makassar : Balla' Barakkaka merupakan kampung adat dan budaya yang berlokasi di galesong,  kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. Balla Barakkaka ini diinisiasi oleh Prof. Dr. H.  Aminuddin Salle Dg. Patoto. Seorang budayawan sekaligus dosen dan salah satu guru besar di Universitas Hassanudin.

Kampung Balla Barakkaka terdiri dari 3 bagian.  Yaitu rumah Balla' Barakkaka yang berarti rumah berkah dan merumakan rumah induk kawasan ini. Kemudian rumah adat Baruga Konstitusi yang dijadikan sebagai rumah konstitusi. Serta rumah workshop kerajinan ukir kayu dari bahasa Lontara.

Saat ditemui di kampung adat dan budaya Balla' Barakkaka Prof Aminuddin menceritakan bagaimana sejarah berdirinya kampung ini.  (29/05/2022)

“Rumah Balla' Barakkaka Pertama dibuat dikampung 1936, kemudian 1956 ada kekacauan LDII maka rumah ini dipindahkan ke ibu kota kecamatam di jalan poros galesong . Karena rumah terlantar, saya ambil dipindahkan ke tanah balla barakkaka yang berdiri sekarang” Ujar Prof Ammindudin

Sebelum berdirinya Balla Barakkaka, Tanah milik Proff Aminuddin berupa rawa-rawa, kosong dan kumuh. Dikawasan ini banyak digunakan sebagai tempat orang minum (ballo), main judi dan sabung ayam. Kemudian kawasan ini ditata secara bertahap dan jadilah kampung adat dan budaya balla' barakkaka yang sangat sangat indah dan menarik bagi wisatawan baik dalam maupun luar negeri. 

Pemindahan rumah Balla Barakkaka sangat unik, pemindahan rumah dengan cara dialirkan dikarenakan pada tahun 1956 tidak ada truck. Dulunya rumah berada 200 meter dari sungai, kemudian dibongkar dan dialirkan lewat sungai lanjut kelaut dan kemudian dialirkan kembali memasuki sungai yang ada di depan kampung adat ini.

Lanjut Prof Aminuddin mengatakan pada tahun 2016 balla barakkaka mulai ditata secara bertahap. Termasuk masjid dikawasan ini merupakan campur tangan dari beberapa dermawan. Bahkan yang dulunya seorang peminum ballo pun saat ini  menjadi marbot masjid yang  setiap waktu shalat selalu adzan dan memelihara masjid.

Untuk sementara ini bagi pengunjung yang ingin mengunjungi Balla' Barakkaka ini masih tidak dipungut biaya. Diharapkan bagi setiap pengunjung untuk selalu menjaga kebersihan kawasan ini. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar