Pemerintah Kabupaten Wajo Tidak Dapat Melarang Terjadinya Pernikahan Anak

KBRN, Makassar : Masyarakat di Kabupaten Wajo dihebohkan dengan pernikahan anak dimana mempelai pria berinisial MF masih berusia 15 tahun sementara perempuan berinisial NSS berusia 16 tahun.

Kepala dinas sosial, P2KB dan P3A kabupaten Wajo Achmad Jahran yang dikonfirmasi RRI kemarin membenarkan adanya peristiwa yang terjadi dikelurahan Wiringpalanai kecamatan tempe.

Menurutnya pernikahan dua sejoli yang masih duduk di bangku SMP itu atas persetujuan kedua orang tua dan dilaksanakan secara siri.

Pemerintah daerah kabupaten Wajo ungkap Achmad Jahran tidak bisa melarang pernikahan tersebut namun hanya bisa mengedukasi masyarakat terkait dampak pernikahan anak ini.

Sementara itu Humas kementerian agama Sulawesi Selatan Mawardi Siradj, S.ag menanggapi kasus pernikahan anak di Wajo menyatakan jika pernikahan keduanya saat ini hanya dilaksanakan secara syariat agama dan adat, belum dapat dicatatkan pada kantor urusan agama wajo' karena belum cukup umur.

Terkait alasan orang tua keduanya menikahkan untuk menghindari zina, menurut Wardi jika hal itu memang dibenarkan menurut syariat agama namun orang tua keduanya perlu diberi edukasi dampak kesehatan dari pernikahan anak.

Lebih lanjut Mawardi mengatakan karena kedua anak tersebut masih dibawah umur sebaiknya orang tua, tokoh masyarakat dan juga dinas kesehatan meberikan edukasi terutama terkait dengan kesehatan reproduksi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar