Destructive Fishing Salah Satu Perhatian TNI AL.

Foto: Wadan Lantamal VI Ikuti VGD.jpeg

KBRN. Makassar: Penangkapan ikan yang merusak (Destructive Fishing)  di Taman Nasional (TN) Taka Bonerate menjadi perhatian multipihak, dalam  Focus  Grup Discussion yang digelar Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar dan Balai TN Taka Bonerate, bekerja sama dengan Wildlife Conservation Society – Indonesia Program (WCS-IP), berlangsung di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (25/05/2022).

Focus Grup Discussion tersebut yang juga dihadiri Wakil Komandan (Wadan) Lantamal VI Kolonel Marinir Marsono S.A.P mewakili Komandan Lantamal VI Makassar Laksamana Pertama TNI Dr. Benny Sukandari, S.E., M.M., CHRMP,  membahas Penguatan Upaya Terpadu dalam Pemanfaatan, Perlindungan dan Pencegahan  Ancaman Terhadap Kawasan TN Taka Bonerate.    

Kadispen Lantamal VI Letkol Laut (KH) Kamaruddin, S.Pd, M.M, M.Han. kepada KBRN Makassar mengatakan Wadan Lantamal VI mengikuti diskusi kelompok terbatas menindaklanjuti Rencana Aksi Daerah (RAD) penanganan dan penanggulangan Illegal Fishing yang dihadiri oleh beberapa kalangan yang berasal dari Propinsi Sulsel maupun dari Kabupaten Kepulauan Selayar.

“Diskusi multipihak ini merupakan salah satu upaya meningkatkan kolaborasi antar instansi dalam perlindungan dan pengelolaan sumber daya alam, termasuk ikan, di TN Taka Bonerate melalui penanggulangan praktik-praktik penangkapan ikan yang merusak (destructive fishing), Ujar Letkol Laut  Kamaruddin.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar