Polsek Ujung Tanah Menangkap Provokator Tawuran Warga.

Foto: Kapolsek Ujung Tanah Kompol Arifuddin Release Pelaku Pengrusakan Rumah Warga.jpeg
Foto: Polsek Ujung Tanah Release Penangkapan Provokator Tawuran.jpeg

KBRN. Makassar: Polsek Ujung Tanah, Polres Pelabuhan Makassar, berhasil membongkar  provokator tawuran warga di wilayah Kecamatan Ujung Tanah Kota Makassar dengan menangkap tiga orang Pelaku, masing - masing MI (23), RF (20) dan SS (19).

Ketiga orang pelaku tersebut yang merupakan warga di luar kecamatan Ujung Tanah,  telah ditetapkan sebagai tersangka setelah dilakukan penangkapan atas penyelidikan berdasarkan laporan tertanggal 10 April 2022 oleh perempuan Jun warga jalan Barukang 4, Kelurahan Patingalloang, Kecamatan Ujung Tanah Kota Makassar atas pelemparan batu dan pembusuran rumah orang tuanya yang terjadi 8 April 2022.  

Hal itu diungkapkan Kapolsek Ujung Tanah Kompol Arifuddin saat merelealise  penangkapan  ketiga tersangka di Mapolsek, Rabu (18/05/2022).

“Korban perempuan Hajja Cerak orang tuah pelapor yang dilepar batu   juga mersamaan dibusur ke atas atap seng rumahnya oleh ketiga tersangka dari jalan Toll,  sehingga mengalami kerusakan pada kaca jendela mengakibatkan korban mengalami luka dibagian lengan dan wajanya terkena pecahan kaca jendela rumanya’, Ujar Kompol Arifuddin.

“Selain menangkap ketiga terduga pelaku pelemparan dan pembusuran rumah korban, juga diamankan barang bukti  8 butir batu bulat, 5 pecahan kaca,  satu anak panah yang digunakan  para pelaku melakukan pengrusakan rumah korban, sehingga  ketiganya dijerat Pasal 170 ayat 1 huruf E ke 1 karena ada orang terluka’, Tambahnya.

Menurut  Kompol Arifuddin, tersangka MI merupakan Spesialis Provokator tawuran warga, sering memanggil teman – temannya menyerang wilayah – wilayah rawan tawuran warga kemudian mereka melarikan diri setelah warga setempat terlibat tawuran.

“Tersangka MI ini diketaui sebagai spesialis provokator perkelahian kelompok warga di Kecamatan Ujung Tanah dan dijerat undang – undang darurat nomr 12 tahun 1951 atas kepemilikan senjata tajam anak panah dan busurnya dengan ancaman hingga 10 penjara”, Tegas Kompol Arifuddin.

Kami telah menghimbau warga yang sering terlibat tawuran kata Kompol Arifuddin,  bahwa tawuran yang terjadi antar mereka diprovokasi orang luar yang menginginkan keributan warga, juga telah mendamaikan warga yang sering taruwan dan warga pun sepakat berdamai yang sering terlibat tawuran,  mereka juga sadar diprovikasi orang luar sehingga terjadi tawuran.

Kapolsek Ujung Tanah Kompol Arifuddin lebih lanjut mengatakan, penggunaan busur yang terjajadi di Kota Makassar, khsusnya di wilayah hukum Polsek Ujung Tanah  menjadi atensi Kapolda Sulsel Irjen Pol Nana Sudjana, Kapolres Pelabuhan Makassar AKBP Yudi Priyanto dan juga ,menjadi atensi Polsek Ujung Tanah kemudian dilakukan penyelidikan adanya  penggunaan busur untuk memprovokasi  warga agar terjadi tawuran.

“ Kami telah berhasil menangkap tiga orang yang diduga seiring memprovokasi warga agar terjadi tawuran maka kami menghimbau warga di wilayah Kecamatan Ujung Tanah agar tidak terpancing jika ada yang memprovokasi, melakukan pelemparan dan pembusuran, lebih baik segera melaporkan kepada pihak  Kepolisian’, Terang Kompol Arifuddin.

Melalui konferensi Pers yang digelar terkait penangkapan pelaku provokator tawuran warga di wilayahnya,  Kompol Arifuddin menghimbau warga, orang tua di Kecamatan Ujung Tanah agar menja masa depan anak – anaknya, mengawasi mereka terutama pada waktu – waktu tertentu  saat larut malam agar tidak terjerumus pergaulan kelompok geng motor dan yang biasa terlibat dalam aksi tawuran, serta berperan membatu kepolisian menjaga lingkungan dan melaporkan kepada Kepolisian jika ada hal – hal yang mencurigakan.     

“Bagi generasi muda, terutama para remaja agar menggunakan waktu yang bermanfaat untuk masa depan, jangan terpancing provokator baik tawuran warga maupun tawuran atar pelajar”, Saran Kapolsek Ujung Tanah Kompol Arifuddin.    

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar