AKP Lando KS: Generasi Harus Kembali ke Budaya Lokal.

KBRN.Makassar: Penyerangan Sekertariat BEM Fakultas Pertanian UIM Makassar, 26 November 2021 yang mengakibatkan pergelangan tangan Alham Ketua BEM, nyaris putus dan Penyeranga Asrama IKMIL 28 November 2021 yang mengakibatkan pergelangan tangan kiri Muhammad Said putus serta pembakaran Asrama KEPMI Bone menyusahkan keprihatinan, baik terhadap korban maupun para terduga pelaku yang semuanya adalah  berstatus Mahasiswa.

Sangat disayangkan jika seseorang  yang sudah berstatus Mahasiswa, terlibat dalam aksi kejahatan karena mereka sudah berada pada proses pendidikan level tinggi, mereka sudah dinilai sangat mampu menghindarkan diri dari perbuatan tercela yang akan merugikan diri sendiri, orang lain, orang tua dan almamater, terlebih juga merusak masa depan mereka akan kesulitan dalam berkarya di manapun.

Hal itu diungkapkan Kasubag Humas Polrestabes AKP Lando KS kepada KBRN Makassar, menyikapi tindak pidana yang diduga dilakukan Mahasiswa terhadap Penyerangan Sekertariat BEM Fakultas Pertanian UIM dan penyerangan Asrama IKMIL dan KEPMI Bone di Makassar, yang menimbulkan korban luka dan materil. 

AKP Lando mengatakan, dalam penegakan hukum Polda Sulsel dan Polrestabes Makassar terhadap serentetan kasus tersebut, Tim Khusus yang dibentuk, telah mengamankan 7 orang Mahasiswa terduga pelakunya, beserta barang bukti mulai dari senjata api tradisional Papporo beberapa pucuk, beberapa bila Parang/samurai dan beberapa bila badik serta barang bukti lainnya.

'Tindakan kriminal merupakan rekam yang jejak, setiap orang yang pernah terlibat kejahatan, khususnya tindak pidana akan tetap tercatat di Kepolisian dan akan dicantumkan dalam Surat Keterangan Catatan Kepolisian ( SKCK ) sehingga dimungkinkan  menyulitkan mereka ketika mencari pekerjaan, karena bisa menjadi dasar penolakan oleh pengguna", Ujar AKP Lando.

"Kepada mahasiswa atau siapapun, diharapkan tetap bijaksana dalam bertindak, jangan mudah terpengaruh dengan hal hal yang menyimpang dan jangan membawa masalah pribadi menjadi issue negatif atau menyebabkan konflik mengarah ke SARA", Tambahnya.

Orang Sulawesi Selatan yang kaya dengan Budaya atau kearifan lokal yang sangat bijaksana kata AKP Lando sangat perlu dipedomani dan dilestarikan generasi muda, seperti yang dikenal 3S (Sipakatau, Sipakalebbi, Sipakainge) sebuah filsafah orang bugis yang merupakan kearifan lokal dan memiliki sebuah arti saling menghormati, saling menghargai dan saling mengingatkan.

Juga Istila Tudang sipulung merupakan suatu konsep yang berlaku dalam masyarakat Bugis, digunakan untuk mencari solusi atas permasalahan yang timbul diantara kedua pihak atau lebih yang berkonflik dan istilah A'bulo Sibatang, menggambarkan tentang persaudaraan yang kokoh, solidaritas, tidak berpecah bela dan tetap dalam satu kesatuan tanpa adanya perpecahan sehingga tercipta kehidupan yang aman dan sejahtera. 

 "Perlu ditanamkan generasi milenial agar kembali kepada budaya, kearifan lokal Sulawesi Selatan yang sangat elok dan kaya arti agar semuanya berdampingan dengan saling sipakatau, sipakalabbi dan sipakainge dengan mengedepankan A'bulo Sibatang dan Tudang Sipuling", Terang AKP Lando.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar