Sulbar Terima dana DIPA dan TKDD 2022 sebesar 9.5 T

KBRN, Mamuju : Belanja Pemerintah Pusat yang disalurkan oleh Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Barat untuk Tahun Anggaran 2022 sebesar Rp4.572 Milyar yang terdiri dari Belanja Kementerian Negara/Lembaga sebesar Rp3.112 Milyar dan Alokasi Dana Transfer Ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) sebesar Rp1.460 Milyar. Dari TKDD tersebut, sebesar Rp522 Milyar (35,77%) merupakan Dana Desa, dan sisanya sebesar Rp 938 milyar adalah alokasi DAK Fisik. 

Total pagu belanja K/L yang sebesar Rp3.112 Milyar di Wilayah Sulawesi Barat terbagi kedalam 232 Satuan Kerja pemiliki Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) yang terdiri dari 189 Instansi Vertikal Pusat yang ada di daerah, 29 Satuan Kerja Dana Dekonsentrasi, dan 14 Satuan Kerja Tugas Pembantuan sebagai pelimpahan kewenangan dan penugasan kepada Instansi Pemerintah Daerah. 

KaKanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Barat,  Irfan Ampri MengatakanBelanja ini adalah bentuk upaya APBN dalam mendukung berbagai agenda reformasi, prioritas pembangunan, dan antisipasi serta mitigasi risiko fiskal yang terjadi di daerah.Pelaksanaan APBN hendaknya dilakukan dengan efisien dan efektif dengan tata kelola yang akuntabel sehingga dipandang memiliki kredibilitas oleh seluruh pemangkukepentingan. 

" WTP seyogyanya tidak semata suatu prestasi, namun suatu budaya yang harus senantiasa ditanamkan kepada segenap pengelola keuangan pemerintah baik di pusat maupun di daerah sebagai wujud pertanggungjawaban kepada rakyat,"katanya

Oleh karena itu, pada acara ini disampaikan beberapa penghargaan kepada entitas pelaporan dan satker yang memiliki capaian opini Laporan Keuangan terbaik serta berkinerja baik dalam pelaksanaan dan penyerapan anggarannya.

KaKanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Barat,  Irfan Ampri berharap peran APBN dapat optimal terlaksana baik melalui belanja K/L maupun TKDD untuk mencapai tujuan kesejahteraan seluruh masyarakat di Bumi Mala’bi.

"  Intervensi APBN diharapkan dapat membangkitan perekonomian, memperkuat ketahanan pangan, dan memulihkan kesejahteraan dari dampak Pandemi Covid-19 maupun bencana alam yang kita alami bersama. Bersama APBN 2022, Sulawesi Barat bangkit dan makin kuat," tutupnya

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar