Sandiago Uno Buka Workshop Pengembangan Kabupaten Kota Kreatif

KBRN, Maros : Program Pengembangan Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia merupakan program yang dilaksanakan sejak tahun 2016 dan hingga saat ini terus dikembangkan oleh Kemenparekraf/Baparekraf.

Tahapan kegiatan dilakukan dimulai dari pemetaan dan pengusulan subsektor ekraf unggulan melalui kegiatan dengan Uji Petik terhadap 4 (empat) unsur/elemen Penilaian Mandiri Kabupaten Kota Kreatif Indonesia (PKM3I), yaitu: (1) 17 subsektor ekonomi kreatif; (2) kreator/pelaku ekraf (ABCG-M); (3) rantai nilai ekraf; dan (4) keterkaitan backward-forward linkage. Semua unsur PMK3I ini dapat didalami lebih lanjut melalui website https://kotakreatif.kemenparekraf.go.id

Dalam rangkaian pengembangan KaTa Kreatif Indonesia ini, Kemenparekraf/Baparekraf menyelenggarakan kegiatan Workshop Pengembangan Kabupaten/Kota (KaTa) Kreatif Indonesia sebagai bentuk fasilitasi pengembangan potensi ekonomi kreatif, yang pada tahun 2021 ini dilaksanakan di 25 Kabupaten/Kota. 

Penyelenggaraan di Kabupaten Maros pada hari Selasa, (23/11/2021) ini merupakan penyelenggaraan yang ke-23.

Pelaksanaan Kegiatan Workshop Pengembangan Kabupaten/Kota (KaTa) Kreatif Indonesia akan dilakukan secara luring di Gedung Baruga A kantor Bupati Maros, berupa pemberian materi terkait peningkatan inovasi dan kewirausahaan yang dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab antara narasumber dengan pelaku ekonomi kreatif subsektor kuliner. Untuk kegiatan workshop di Kabupaten Maros akan diikuti oleh 35 pelaku ekonomi kreatif .

Kegiatan Workshop Pengembangan Kabupaten/Kota (KaTa) Kreatif Indonesia  akan dihadiri oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Baparekraf, Bapak Sandiaga Salahuddin Uno. 

Adapun narasumber pada kegiatan workshop di Kabupaten Maros adalah Firstman Marpaung (founder www.aksinusantara.com) serta PT. Permodalan Nasional Madani Cabang Maros. 

Kegiatan workshop ini diharapkan dapat meningkatkan wawasan dan pemikiran kreatif peserta, sehingga dapat terus berkarya dengan bekal materi kreativitas, permodelan bisnis, promosi digital dan pengelolaan keuangan serta permodalan. 

Sampai saat ini Kabupaten Maros belum melakukan Uji Petik Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif. Kegiatan workshop ini diharapkan juga memotivasi seluruh aktor ABCGM yang ada di Kabupaten Maros untuk berpartisipasi aktif dalam uji petik PMK3I.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar