Ground Breaking Gedung RRI Bone, Nurhanuddin : Biaya Pembangunan 7.5 M

KBRN, Bone : Pembangunan kantor baru SP RRI Bone resmi dimulai. Pembangunan ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Direktur SDM dan Umum LPP RRI dan Bupati Bone di kompleks Stadion Gor Lappatau Bone, Kamis (14/10/21).

Luas lahan yang akan dibangun sebesar 1.500 m². Fasilitas yang dibangun meliputi, gedung utama operasional siaran, rumah dinas, pemancar dan lahan parkiran.

Direktur SDM dan Umum LPP RRI, Drs. Nurhanuddin mengatakan pembangunan gedung tersebut dilaksanakan secara bertahap atau Multi years dari 2021 hingga 2023.

" Saya tadi intip berapa biaya yang dibutuhkan dan digunakan. Untuk gedung 2.5 M, sementara untuk keseluruhan 7.5 M," terangnya.

Dia menambahkan, dengan adanya pembangunan gedung baru ini, secara otomatis SP RRI Bone beralih status dari Stasiun Produksi menjadi Satker.

Mantan reporter Istana Negara ini berharap, keberadaan RRI di Bone tentu dituntut dapat mengakselerasikan antara pemerintah daerah dengan masyarakat melalui jembatan penyampaian informasi.

" Banyak kegiatan bapak Bupati dan itu sudah bagus, tetapi dalam konteks radionya, dimana suara aspirasi dan pembangunan, suara Bupati Bone dalam mengkonsolidasikan program-program kepada masyarakatnya," kata Nurhanuddin.

" Mana suara masyarakat memberikan informasi secara solutif kepada Bupatinya, ini masih langkah terdengar secara nasional, karena itu peran RRI di Bone sangat strategis untuk mendukung pembangunan daerag," tambahnya.

Sementara itu, Bupati Bone, Andi Fahsar M Padjalangi berharap pembangunan gedung baru SP RRI Bone dapat dipercepat dan kembali diresmikan sehingga kantor ini disamping memilki fungsi penyiaran publik, akan tetapi juga sebagai ikon di Bone.

" Semoga pembangunan gedungnya cepat selesai dan kembali diresmikan. Untuk peresmian, kalau perlu melalui Direktur, kami mengundang atau saya siap menghadap pak seperti yang saya lakukan ke Kepala Perpustakaan Nasional terkait rencana peresmian gedung baru Perpus di Bone," tanbahnya.

Bupati dua periode ini mengakui bahwa, keberadaan RRI di Bone tentu tidak dapat dipisahkan antara pemerintah daerah dan masyarakat. Karena itu, fungsi dan peran RRI sangat dibutuhkan oleh semua pihak termasuk mengimbangi serangan berita bohong atau Hoax.

" Sarana medsos yang kencang saat ini, diharapkan radio ini bisa mengimbangi terutama didalam mengedukasi masyarakat sesuai pesan pak Direktu tadi," tambahnya. (FJ)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00